
BANGLI, BALIPOST.com – Amara Cinta Semesta (ACS) Bali Foundation turut ambil bagian dalam menyukseskan gelaran Batur Trail Run (BTR) Ultra 2026. Dalam event yang diikuti ribuan pelari dari 62 negara itu, ACS berpartisipasi dalam membersihkan dan mengelola seluruh sampah yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung.
Co-founder ACS, I Gusti Bagus Dharma Santhika, menjelaskan bahwa partisipasi ini dilatarbelakangi oleh kondisi darurat sampah dan keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang saat ini tengah melanda Bali.
“Dalam situasi krisis TPA dan minimnya pengolahan sampah di Bali, kami ingin membantu meminimalisir dan melakukan aksi secara bertanggung jawab dan sedikit memberi kontribusi kepada batur dan menjaga kelestarian lingkungan,terutama dari ancaman sampah plastik,” ungkapnya, Senin (18/5).
Untuk membersihkan sampah yang dihasilkan pada event tersebut, ACS melibatkan tenaga internal dan juga volunter, dengan total kurang lebih 15 orang. Sistem pembersihan dilakukan dengan mengambil sampah dari setiap water station, kemudian dikumpulkan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di belakang panggung utama.
“Kami memiliki fitur cleaning service dan setelah kami bantu membersihkan sampah di event, kami pun bantu memilah dan mengangkutnya kembali ke fasilitas kami di padang galak sanur,” jelasnya.
Dari event itu, ACS berhasil mengumpulkan hampir 3 truk dump sampah dengan estimasi berat total mencapai 3 hingga 9 ton. Sampah didominasi oleh botol plastik PET, plastik bernilai rendah (low value), dan residu tisu.
Sementara sampah organik berupa sisa makanan hanya sekitar 10 persen. Seluruh sampah tersebut telah diangkut ke fasilitas milik ACS di Padang Galak, Sanur, untuk dipilah dan diolah antara lain menjadi pakan ternak dan pupuk organik. Ada juga yang didaur ulang ke pabrik. “low value residu kami jadikan RDF dan juga insenerator,” jelasnya.
Proses pembersihan dan pengelolaan sampah ini dipastikan telah rampung total seiring berakhirnya seluruh rangkaian acara BTR Ultra. “Sudah serah terima semalam,” ujarnya.
BTR Ultra menjadi event skala besar ketiga yang ditangani ACS setelah sebelumnya sukses mengelola sampah di Pica Fest dan Kemala Run.
Seperti yang diketahui kawasan Kintamani menjadi lokasi utama penyelenggaraan event lari lintas alam internasional myBCA BTR Ultra 2026 yang berlangsung pada 15–17 Mei 2026. Panitia mencatat adanya lonjakan jumlah peserta pada edisi ke-7 ini sebesar 47 persen dibanding tahun lalu. Tahun ini, sebanyak 5.916 pelari dari 62 negara terdaftar sebagai peserta. Angka tersebut naik signifikan dari total 4.007 peserta pada tahun 2025.
I Putu Agus Darmayuda selaku Race / Project Director menyampaikan kegiatan myBCA BTR Ultra 2026 presented by Asic dilaksanakan dengan kembali mengambil race venue di Batur Natural Hot Spring, Kintamani. Rute yang disiapkan melintasi 12 Desa di Kintamani, dan 3 Desa yang ada di wilayah Kabupaten Karangasem, dan tentunya akan melewati kawasan Geopark Batur, yaitu area iconic black lava, Gunung Batur, area padang pasir culali, hutan pinus batur. Sedangkan tambahan untuk category 60 Km melalui Gunung Abang, Bukit Trunyan dan Bukit Pedahan. Khusus untuk category 100 Km juga melalui gunung tertinggi di Bali yaitu Gunung Agung.
Menurutnya lonjakan jumlah peserta tahun ini menunjukkan bahwa olahraga Trail Run semakin diminati oleh pecinta olahraga lari. Peningkatan kualitas kegiatan yang selalu menjadi konsen dari BTR selaku panitia, yang dibuktikan dengan review yang bagus dari peserta juga menjadi faktor terjadinya peningkatan jumlah peserta yang sangat signifikan.
Terdapat inovasi baru yang mulai diterapkan pada pelaksanaan myBCA BTR Ultra 2026 presented by Asics kali ini adalah terkait sampah. Menurutnya sampah saat ini menjadi issu yang sangat sensitif dalam upaya pelestarian lingkungan.
“Kami sadar setiap pelaksanaan kegiatan besar pasti juga menimbulkan sampah yang tidak sedikit. Sebagai wujud kepedulian kami terhadap masalah sampah dan kelestarian lingkungan maka pada kegiatan kali ini panitia pelaksana sangat berkomitmen untuk mengelola seluruh sampah yang ditimbulkan dari pelaksanaan kegiatan tidak sampai ke TPS,” ujarnya.
Dengan menggandeng ACS Bali Foundation, lembaga yang profesional dan berpengalaman dalam pengelolaan sampah kegiatan, diharapkan dengan pengelolaan sampah yang benar bisa memberikan impact yang besar bagi kesadaran kita untuk mengelola sampah dengan bijak. (Dayu Swasrina/balipost)










