Pelabuhan Pengambengan yang akan dikembangkan menjadi lebih besar dengan perpindahan kapal dari Pelabuhan Benoa dan menjadi pusat Pelabuhan ikan di Bali. (BP/istimewa)

NEGARA,BALIPOST.com – Tender proyek strategis nasional (PSN) pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan kini memasuki tahap penentuan. Setelah melalui proses panjang sejak tahun lalu, lelang internasional proyek bernilai lebih dari Rp1 triliun dengan perkiraan pekerjaan lebih dari 2 tahun ini berada pada fase evaluasi peserta oleh pemerintah pusat. Diperkirakan pada akhir Juni tahapan ini selesai, maka pengerjaan PSN sudah mulai bisa dikerjakan.

Kepala Sub Bagian Umum PPN Pengambengan, Lukman Hadi, Minggu (17/5) mengatakan seluruh dokumen penawaran yang masuk sedang ditelaah kelompok kerja (Pokja) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Proses tersebut menjadi tahapan akhir sebelum penetapan pemenang tender pembangunan pelabuhan.

Baca juga:  Ada Perintah Ilegal Dalam Pembangunan Proyek IKM Celuk

Seluruh proses menurutnya melalui Pokja Kementerian. Bila sudah ada pemenang, maka pekerjaan fisik ditarget mulai dikerjakan pada akhir Juni atau awal Juli mendatang. Meski demikian, jadwal tersebut masih menyesuaikan hasil evaluasi dari pemerintah pusat.

Ia berharap proyek pengembangan pelabuhan terbesar di Jembrana itu segera mendapat pelaksana yang tepat sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.  Sebelumnya ada sekitar 7 peserta tender internasional dengan tiga di antaranya dari luar Indonesia. Dan saat ini menunggu tahap akhir tender.

Rencananya pembangunan akan berlangsung lebih dari satu tahun dengan anggaran awal sekitar Rp 200 miliar lebih. Tahun berikutnya anggaran mengikuti berdasarkan progres per bulan. Dalam proyek pengembangan ini, pelabuhan baru dirancang berdiri di atas lahan sekitar 36 hektare, termasuk area hasil reklamasi. Kawasan pelabuhan nantinya dibagi menjadi tiga zona utama, yakni kawasan perkantoran seluas 5,2 hektare, area kapal kecil dan bisnis 6 hektare, serta kawasan industri mencapai 24,8 hektare.

Baca juga:  Menguatkan Optimisme Menjaga Bali di 2021

Program pengembangan PPN Pengambengan sebenarnya telah dirancang sejak 2023 dan ditargetkan berlangsung hingga 2028. Tahap awal meliputi pembangunan dermaga, kolam labuh, reklamasi, pemindahan kapal tahap pertama, hingga seleksi investor. Selanjutnya pada 2027 direncanakan pembangunan fasilitas penunjang dan pemindahan kapal tahap kedua.

Pada tahap akhir tahun 2028, seluruh kapal dari Pelabuhan Benoa direncanakan dipindahkan ke PPN Pengambengan bersamaan dengan operasional penuh kawasan pelabuhan baru tersebut. Ketika Pelabuhan ini sudah dikembangkan, kapasitas pelabuhan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 1.600 kapal dari kapasitas saat ini sebanyak 1.273 kapal. Volume produksi perikanan juga diperkirakan naik signifikan dari sekitar 61.300 ton menjadi 124 ribu ton per tahun.

Baca juga:  Buka Pariwisata Bertahap, Waspadai ‘’Second Wave’’ COVID-19

Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan resmi masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), salah satu dari 77 proyek prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN