Gubernur Bali, Wayan Koster ketika meninjau pembangunan tahap II Turyapada Tower. (BP/yud)

 

SINGARAJA, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster memastikan proyek gondola di Kawasan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026. Kepastian itu disampaikan saat meninjau pembangunan tahap II kawasan Turyapada, Minggu (17/5) pagi.

Menurut Koster, pembangunan tahap kedua sesuai kontrak ditargetkan rampung pada November 2026. Tahap ini meliputi pembangunan berbagai fasilitas penunjang kawasan, seperti planetarium, convention hall, akses jalan, hingga fasilitas gondola yang menjadi salah satu ikon utama kawasan wisata tersebut.

“Kawasan ini dirancang bukan hanya menjadi menara telekomunikasi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bali Utara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pembebasan lahan untuk jalur gondola saat ini tengah berproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jalur gondola direncanakan memiliki lebar sekitar 20 meter dengan panjang mencapai 940 meter. Penentuan harga lahan akan dilakukan melalui appraisal independen agar seluruh proses berjalan sesuai aturan hukum.

Baca juga:  Transportasi Berkelanjutan Untuk Meningkatkan Komitmen Iklim Bali

Koster mengatakan, warga pada prinsipnya sudah menyepakati pembangunan tersebut dan kini tinggal menunggu proses appraisal sebelum pembebasan lahan dilakukan. “Semua harus sesuai aturan supaya tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Koster juga menekankan bahwa pembangunan Kawasan Turyapada harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Karena itu, warga lokal akan diprioritaskan untuk bekerja maupun membuka usaha ketika kawasan mulai beroperasi.

Ia bahkan meminta masyarakat membentuk koperasi agar nantinya memiliki ruang usaha di kawasan tersebut. Selain itu, generasi muda di sekitar Turyapada juga akan diberikan pelatihan sehingga memiliki kemampuan bekerja di sektor pariwisata dan layanan kawasan.

“Anak-anak muda di sini akan diprioritaskan bekerja. Warung-warung juga akan disiapkan tanpa biaya sewa agar masyarakat bisa ikut menikmati manfaat ekonomi kawasan ini,” katanya.

Baca juga:  Realisasi Proyek Underpass Tugu Ngurah Rai Baru 9,6 Persen

Koster mengungkapkan, pembangunan jalur gondola akan menghubungkan terminal di depan area kuburan menuju titik utama kawasan Turyapada. Proyek tersebut melibatkan 47 warga dengan total 44 bidang atau sertifikat lahan yang diperlukan untuk pembangunan.

Bahkan, perangkat gondola disebut sudah dipesan dari Tiongkok dan dijadwalkan tiba pada akhir Juni 2026. Karena itu, proses pembebasan lahan diharapkan dapat segera dituntaskan agar pemasangan fasilitas tidak mengalami hambatan.

“Barang untuk gondola sudah dipesan dan akhir Juni dijadwalkan tiba. Karena itu lahannya harus segera bisa digunakan,” jelasnya.

Lebih lanjut Koster menuturkan, awalnya Turyapada hanya dirancang sebagai tower pemancar televisi guna memperkuat siaran di wilayah Buleleng dan sekitarnya. Namun, ia kemudian mengembangkan konsep tersebut menjadi kawasan wisata terpadu agar mampu menghadirkan dampak ekonomi yang lebih luas bagi Bali Utara.

Baca juga:  Puskesmas Ramah Ibu dan Anak di Denpasar Ditarget Beroperasi Februari 2026

Ia mengaku terinspirasi setelah melihat tower dengan restoran berputar di Singapura pada tahun 1996. Konsep itu kemudian dikaji bersama tim akademisi Universitas Udayana hingga lahirlah desain Turyapada Tower yang dipadukan dengan berbagai fasilitas wisata modern.

Total anggaran pembangunan kawasan tersebut mencapai sekitar Rp560 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Bali. Tahap pertama menghabiskan anggaran sekitar Rp300 miliar, sedangkan tahap kedua sebesar Rp260 miliar termasuk pembangunan gondola.

Ke depan, kawasan Turyapada juga akan dilengkapi hotel, restoran, penginapan, serta berbagai fasilitas wisata lainnya. Pengelolaannya direncanakan melibatkan pihak ketiga profesional sehingga mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi Bali sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Buleleng. “Kalau ini selesai, kawasan ini akan menjadi ikon wisata baru Bali yang tidak kalah dengan tower-tower terkenal di dunia,” tandas Koster. (Yudha/balipost)

BAGIKAN