Gubernur Bali, Wayan Koster. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyinggung pembahasan strategis terkait rencana Bali disiapkan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) Keuangan atau international finance center. Ia mengaku memperoleh informasi tersebut dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurutnya, sejumlah pelaku usaha besar dari Dubai dan Abu Dhabi mulai melirik Bali sebagai lokasi investasi dan pusat kegiatan ekonomi baru karena dinilai memiliki kenyamanan serta ekosistem yang mendukung.

“Saya sempat mendengar dari Jakarta, ada dari Pak Luhut Binsar Panjaitan, terkait dengan agenda persiapan Bali menjadi pusat keuangan dunia, international finance center. Dan keuangan di Bali ini akan sangat bagus dengan ekosistem ini,” katanya, Selasa (12/5).

Koster menilai konsep tersebut sejalan dengan arah pembangunan ekonomi Bali yang berkualitas dan berbasis sektor jasa. Ia menyebut Bali tidak memiliki sumber daya alam besar sehingga perlu memperkuat sektor ekonomi kreatif, pariwisata berkualitas, hingga layanan keuangan internasional.

Baca juga:  Wujudkan Arak Bali Jadi Minuman Ketujuh Spirit Dunia, Gubernur Koster Ajak "Stakeholder" Gotong Royong

“Karena para pelaku usaha besar di Dubai, di Abu Dhabi, itu banyak yang ingin pindah ke Bali karena melihat Bali sangat nyaman. Jadi Bali sedang disiapkan sebagai pusat keuangan dunia. Ini hal yang sangat bagus, cocok untuk ekonomi Bali yang berkualitas,” tegasnya.

Meski demikian, Koster menekankan rencana tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama tim agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat Bali.

Sebelumnya, rencana menjadikan Bali tepatnya Kura-kura Bali menjadi KEK Keuangan juga dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Airlangga Hartarto. Saat kunjungannya ke KEK Kura-kura, Serangan, Denpasar, Airlangga yang juga Ketua Dewan Nasional KEK, bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM yang juga CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, serta COO BPI Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan regulasi untuk mendukung pembentukan KEK sektor keuangan. KEK Kura-Kura Bali pun dinilai sebagai salah satu kandidat lokasi potensial. “Jadi apa yang KEK Kura-Kura Bali bisa tawarkan untuk lokasi IFC (international finance center, red)? Nanti agar dibicarakan langsung dengan Danantara,” ujarnya, Jumat (1/5).

Baca juga:  Amankan Pertemuan Menlu G20 di Nusa Dua, Hampir Seribu Personel Gabungan Dikerahkan

Pembentukan KEK Keuangan ng mengacu pada model Dubai International Financial Centre (DIFC). Skema ini diharapkan mampu menarik arus modal global di tengah dinamika geopolitik dunia.

Terkait hal ini, pihak pengelola, PT BTID, memaparkan kesiapan kawasan melalui pengembangan Knowledge District yang dirancang sebagai pusat ekosistem inovasi. Kawasan ini mengintegrasikan pendidikan, riset, dan investasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru di Bali.

Fasilitas pendukung yang disiapkan antara lain Business Hub, program Global Blended Finance Alliance (GBFA), hingga pusat pendidikan seperti sekolah interkultural ACS Bali serta International Mangrove Research Center.

Baca juga:  Baik untuk Memulai Usaha, Berikut Ala Ayuning Dewasa 21 Februari 2026

Presiden Direktur BTID, Tuti Hadiputranto, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan infrastruktur fisik maupun kemitraan global untuk mendukung KEK sektor keuangan. “Kami telah menyiapkan infrastruktur fisik, kelembagaan, dan kemitraan global yang dibutuhkan untuk menjadikan Kura-Kura Bali rumah bagi KEK sektor keuangan Indonesia,” tegasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN