Pedagang telur sedang menata barang dagangannya di Unit Pasar Kuta II, Badung. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kabupaten Badung mengalami mengalami surplus besar pada komoditas beras dan daging. Tapi, harus waspada terhadap defisit stok cabai dan telur ayam.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, mengungkapkan bahwa ketersediaan pangan utama di wilayahnya secara umum masih terkendali, khususnya untuk komoditas karbohidrat dan protein hewani.

“Untuk komoditas gabah dan beras, kita melihat tren positif yang sangat signifikan. Pada bulan Maret, kita surplus 182,83 ton beras, dan angka ini melonjak tajam pada April menjadi surplus 3.068,33 ton seiring dengan peningkatan luas panen yang mencapai 2.050,20 hektar,” ujar A.A. Raka Sukadana saat dihubungi Minggu (10/5).

Baca juga:  AHASS Raih Penghargaan Service Quality Award 2017

Selain beras, sektor peternakan juga menunjukkan performa yang solid. Produksi daging sapi, babi, dan ayam dipastikan melampaui kebutuhan bulanan penduduk Badung yang berjumlah 578.790 jiwa.

Surplus daging ayam menjadi yang tertinggi dengan angka melebihi 3.200 ton per bulan. Namun, Rakha Sukadana memberikan catatan khusus pada komoditas hortikultura dan telur ayam yang menunjukkan angka minus. Cabai rawit mengalami defisit sebesar 45,97 ton pada Maret dan 25,89 ton pada April. Kondisi serupa terjadi pada cabai besar yang defisit sekitar 5 hingga 9 ton per bulan.

Baca juga:  Karena Ini, Seorang Mahasiswa Ditangkap

“Yang perlu menjadi perhatian kita bersama adalah telur ayam. Produksi kita pada Maret dan April berada di kisaran 146 hingga 175 ton, sementara kebutuhan warga mencapai 388,27 ton per bulan. Hal ini menyebabkan defisit lebih dari 200 ton setiap bulannya,” jelasnya.

Menyikapi potensi kekurangan tersebut, pihaknya berencana melakukan koordinasi lintas daerah maupun dengan distributor besar untuk memastikan distribusi tetap lancar guna menjaga stabilitas harga di pasar.

“Meskipun ada beberapa komoditas yang minus, masyarakat tidak perlu panik. Kami terus memantau ketersediaan di lapangan dan memastikan pasokan dari luar daerah tetap masuk untuk menutupi celah kekurangan tersebut,” katanya.

Baca juga:  Warga Klungkung Antusias Nunggu Operasi Pasar Murah

Selain itu, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan daerah penghasil seperti Kabupaten Tabanan dan Bangli. Selain melakukan pembinaan terhadap peternak ayam petelur di Kabupaten Badung.

“Langkah yang dilaksanakan, dengan melakukan kerjasama dengan daerah penghasil telur di Daerah Tabanan dan Bangli, untuk mengirim telornya ke pasar atau pedagang di Badung. Selain itu juga melakukan pembinaan kepada peternak ayam petelur di Badung serta merencanakan pengembangan ayam petelur Free Range di Desa Ayunan. Dengan upaya dimaksud diharapkan mampu mengimbangi kebutuhan telur di Kabupaten Badung,” terangnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN