Presiden Donald Trump. (BP/Dokumen)

WASHINGTON, BALIPOST.com – Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat bisa meningkatkan operasi militer di Selat Hormuz jika kesepakatan dengan Iran gagal tercapai.

“Kita akan menempuh jalur berbeda jika semuanya tidak disepakati dan diselesaikan,” kata Trump di Gedung Putih, Washington, AS pada Jumat (8/5) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Saat ditanya apakah AS akan kembali menjalankan operasi Project Freedom, Trump menjawab, “Saya rasa tidak,” seraya menambahkan langkah tersebut masih mungkin dilakukan.

Baca juga:  Pangdam Sonny akan Lanjutkan Program Pejabat Sebelumnya

Trump mengatakan Pakistan, yang menjadi mediator perundingan AS-Iran, meminta Amerika Serikat untuk tidak melanjutkan operasi militernya.

“Kita mungkin akan kembali ke Project Freedom jika semuanya tidak berjalan baik,” katanya.

Trump menambahkan operasi itu dapat berubah menjadi Project Freedom Plus, yang berarti operasi tersebut akan diperluas, meski ia tidak menjelaskan langkah tambahan yang dimaksud.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel pada 28 Februari melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan sekutu AS di Teluk.

Baca juga:  Tarif Dagang Indonesia-AS Jadi 15 Persen

Ketegangan itu juga menyebabkan penutupan Selat Hormuz, jalur penting pasokan energi global.

Pada 8 April, gencatan senjata mulai berlaku melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang ditentukan.

Sejak 13 April, Angkatan Laut AS memblokade lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.

Pada Selasa, Trump mengumumkan bahwa militer AS akan menghentikan sementara Project Freedom yang bertujuan memulihkan kebebasan navigasi kapal komersial di Selat Hormuz, tetapi menegaskan blokade AS tetap “berlaku penuh.” (kmb/balipost)

Baca juga:  Trump Harap Vaksin COVID-19 Bisa Produksi Akhir Tahun Ini
BAGIKAN