Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (25/6) sore ditutup menguat mengikuti bursa kawasan Asia. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore (10/7) ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup menguat 11,92 poin atau 0,20 persen ke posisi 5.924,36. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,88 poin atau 0,32 persen ke posisi 589,25.

“Jelang akhir pekan, IHSG dan Bursa regional Asia bergerak menguat menyusul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran akan melanjutkan negosiasi perdamaian,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta dikutip dari Kantor Berita Antara.

Dari mancanegara, Nico mengatakan sinyal perdamaian antara AS dengan Iran, sebuah sinyal harapan negosiasi diplomasi lanjutan setelah AS dan Iran melakukan serangan militer di Teluk awal pekan ini.

Baca juga:  Petani Beralih ke Pertanian Organik, Manfaatkan Pupuk Kompos dari TOSS

Harapan itu setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal tetap melanjutkan proses negosiasi perdamaian dengan Iran, dan dilaporkan Iran berupaya melakukan negosiasi membantu meredakan kekhawatiran tentang gangguan pasokan yang berkepanjangan dan tekanan inflasi.

Dari dalam negeri, terdapat sebanyak enam perusahaan telah melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia sepanjang pekan ini.

Sementara itu, laporan World Economic Outlook (WEO) Juli 2026, bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di angka 5,0 persen pada 2026 dan 5,1 persen pada 2027.

Prediksi itu tidak berubah dari laporan April 2026, yang mana kondisi Indonesia dinilai tangguh karena mampu bertahan di tengah tren perlambatan ekonomi global dan negara tetangga.

Baca juga:  2021, BRI Setor Rp27,09 Triliun ke Negara

“Proyeksi itu menunjukkan pertumbuhan yang realistis di saat perlambatan yang dialami sejumlah negara di kawasan Asia maupun ekonomi besar dunia,” ujar Nico.

IHSG dibuka menguat, dan betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang naik 0,97 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor barang properti yang naik masing-masing sebesar 0,56 persen dan 0,56 persen.

Sedangkan empat sektor melemah ll sektor industri turun 0,67 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang kesehatan yang naik masing-masing sebesar 0,58 persen dan 0,48 persen.

Baca juga:  Hadapi Kebijakan Tarif AS, Pemerintah Siapkan Paket Negosiasi

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu PRDL, RANS, BKPD, KONI dan KOKA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni JELI, BAPA, JECX, SKBM, dan HATM.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.900.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,61 miliar lembar saham senilai Rp8,84 triliun. Sebanyak 383 saham naik, 252 saham menurun dan 330 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 1,58 persen ke 68.814,00, indeks Shanghai melemah 1,00 persen ke 3.911,16, indeks Hang Seng menguat 0,60 persen ke 24.175,12, dan indeks Strait Times menguat 0,60 persen ke 5.466,31. (kmb/balipost)

BAGIKAN