Pengunjung melintas didepan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore (6/7) atau awal pekan ini ditutup menguat di tengah pelaku pasar menantikan risalah The Fed dan data cadangan devisa (cadev) domestik.

IHSG ditutup menguat 40,29 poin atau 0,69 persen ke posisi 5.916,07. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,70 poin atau 0,46 persen ke posisi 584,48.

“Sentimen eksternal dan internal membayangi pergerakan IHSG,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dikutip dari Kantor Berita Antara.

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia bergerak variatif seiring sikap pelaku pasar yang menantikan risalah bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, serta data ekonomi China yang akan dirilis pada pekan ini.

Nico mengatakan, pelaku pasar saat ini cenderung hati-hati menantikan risalah pertemuan kebijakan The Fed, untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek suku bunga.

Baca juga:  Komplotan Pembuat SIM Palsu Dibekuk

“Dimana risalah ini memberikan rincian lengkap dari keputusan kebijakan moneter dan proyeksi ekonomi yang dibahas selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal,” ujar Nico.

Sementara itu, data pekerjaan non-pertanian AS hanya meningkat 57.000 pada Juni 2026, atau kenaikan terkecil dalam empat bulan dan jauh di bawah perkiraan 110.000, yang mendorong pasar untuk mengurangi spekulasi kenaikan suku bunga September 2025.

Tingkat pengangguran turun menjadi 4,2 persen, sebagian besar karena penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja ke level terendah sejak 2021.

Selain itu, pelaku pasar menantikan data CPI dan PPI China Juni 2026, untuk mendapatkan petunjuk baru tentang pemulihan ekonomi dari China.

Dari dalam negeri, sentimen pasar dibayangi aksi profit taking (ambil untung) setelah tiga hari berturut-turut mengalami kenaikan

Di sisi lain, pelaku pasar menantikan rilis cadangan devisa (cadev) Juni 2026, yang dijadwalkan akan dirilis pada Selasa (07/06).

Baca juga:  Jaga Kelestarian Lingkungan, Konsumen Diajak Kurangi Plastik Sekali Pakai

“Data itu menjadi perhatian pelaku pasar karena akan memberikan gambaran ketahanan dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, dan kemampuan membiayai kebutuhan impor dan membayar utang luar negeri,” ujar Nico.

Pasar khawatir cadev mengalami penurunan, merujuk rilis sebelumnya yang mana cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 tercatat 144,9 miliar dolar AS, atau lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau menjelang penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu sektor energi naik paling tinggi sebesar 0,94 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 0,94 persen dan 0,91 persen.

Baca juga:  Megawati : Generasi Muda Guncangkan Dunia dengan Kreativitasmu dan Karyamu

Sedangkan dua sektor turun yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam sebesar 0,18 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer yang turun 0,05 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu LAPD, NTBK, BELL, YUPI, dan SKBM.Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni FORU, KDTN, ECII, LUCY, DLTA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.613.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,59 miliar lembar saham senilai Rp9,42 triliun. Sebanyak 403 saham naik 259 saham menurun, dan 397 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 0,01 persen ke 69.737,69, indeks Shanghai menguat 0,06 persen ke 4.041,24, indeks Kuala Lumpur menguat 0,27 persen ke 1.683,53, sedangkan indeks Strait Times menguat 0,29 persen ke 5.259,61. (kmb/balipost)

BAGIKAN