Aktivitas di Selat Hormuz, Iran. (BP/Antara)

TEHERAN, BALIPOST.com – Iran akan menutup Selat Hormuz bagi negara maupun perusahaan yang mendukung langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump merebut aset Iran yang dibekukan dan menggunakannya sebagai dana kompensasi.

“Kami memperingatkan kepada semua negara dan perusahaan yang mendukung usulan Trump untuk menggunakan aset Iran yang dibekukan, bahwa mulai saat ini angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan kapal mereka melintasi Selat Hormuz,” kata Juru Bicara Markas Pusat Komando Militer Iran Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari dikutip dari Kantor Berita Antara, Rabu (29/7).

Baca juga:  Mengenal Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Sudah 45 Tahun Memimpin

Pekan lalu, Trump mengatakan AS dapat memanfaatkan aset-aset Iran yang dikuasai pihaknya untuk membayar ganti rugi terhadap kapal dan barang muatan yang kemungkinan rusak di tengah blokade AS terhadap Selat Hormuz.

Sebelumnya, pada 18 Juni lalu, AS dan Iran telah menandatangani memorandum perdamaian untuk menghentikan konflik yang pecah sejak 28 Februari. Namun, pasukan AS kembali melancarkan serangan ke Iran mulai 8 Juli.

Baca juga:  Serangan Udara AS-Israel Sebabkan Rusaknya Ratusan Situs Budaya di Iran

Komando Pusat AS (CENTCOM) berdalih serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Pasukan Iran pun merespons serangan AS dengan melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Pada Minggu (12/7), Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga berakhirnya campur tangan AS di kawasan menyusul terjadinya saling serang antara pihak berkonflik.

Keesokan harinya, Presiden Trump mengatakan AS akan menjadi “pelindung” Selat Hormuz, sembari mengumumkan dimulainya kembali blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (kmb/balipost)

Baca juga:  AS akan Wajibkan Pengunjung Asing Divaksin Penuh
BAGIKAN