Presiden AS, Donald Trump. (BP/Antara)

TOKYO, BALIPOST.com – Amerika Serikat pada Sabtu (4/7) waktu setempat memperingati 250 tahun kemerdekaannya. Dalam pidato memperingati kemerdekaan, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa negaranya unggul dalam kekuatan militer maupun berbagai bidang lainnya.

“Tidak ada yang bisa seperti kita,” katanya, dikutip dari Kantor Berita Antara, Minggu (5/7).

Sebelum Trump menyampaikan pidato pada malam hari di kawasan National Mall, Washington, berbagai rangkaian perayaan digelar di seluruh negeri, termasuk atraksi pesawat militer dan pertunjukan kembang api.

Namun, sebagian acara terganggu oleh gelombang panas ekstrem yang memecahkan rekor, disusul cuaca buruk.

Baca juga:  Wakil Ketum Golkar Benarkan Sang Made Mahendra Jaya Masuk Bursa Cagub Bali

Suhu di wilayah timur dan tengah Amerika Serikat mencapai sekitar 40 derajat Celsius pada siang hari, sehingga parade besar di ibu kota dibatalkan dan sejumlah agenda perayaan di daerah lain ikut terdampak.

Peringatan badai petir hebat kemudian dikeluarkan, yang membuat pihak berwenang memerintahkan ribuan orang meninggalkan lokasi acara “Salute to America 250” hanya beberapa jam sebelum Trump berpidato, yang tampaknya ingin menjadi pusat perhatian dalam perayaan bersejarah itu.

“Tidak ada bangsa yang telah berbuat lebih banyak kebaikan, menunjukkan lebih banyak keberanian, mencatat lebih banyak kemajuan, memperbaiki lebih banyak ketidakadilan, atau meraih kejayaan lebih besar daripada rakyat Amerika,” kata Trump kepada kerumunan,” setelah mereka akhirnya diizinkan kembali ke National Mall.

Baca juga:  Thailand-Kamboja Sepakat Akhiri Konflik

Ia juga menyatakan bahwa selama 250 tahun Amerika Serikat telah menjadi harapan, janji, cahaya, dan kebanggaan di antara negara-negara dunia.

“Di seluruh dunia, mereka berusaha menjadi seperti kita. Tidak ada yang bisa seperti kita, dan dengan pertolongan Tuhan, kita akan selalu seperti ini atau bahkan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Peringatan penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat pada 1776 dari Inggris berlangsung di tengah polarisasi politik yang masih kuat di negara tersebut.

Baca juga:  Timpang Dengan SD dan SMP, Dewan Sepakat Siswa TK Masuk 5 Hari Seminggu

Para kritikus menuduh Trump memperdalam perpecahan politik dan menjadikan peringatan 250 tahun kemerdekaan sebagai ajang politik.

Menjelang pemilu sela Kongres yang akan berlangsung sekitar empat bulan lagi, Trump sebelumnya menyebut penampilannya di National Mall, yang membentang dari Gedung Capitol hingga Lincoln Memorial, akan menjadi rapat umum yang “paling spektakuler”.

Usai pidato, digelar pertunjukan yang disebut Trump sebagai “pertunjukan kembang api terbesar dalam sejarah” yang menampilkan lebih dari 850.000 efek kembang api. Pertunjukan tersebut berakhir sekitar 40 menit setelah tengah malam. (kmb/balipost)

BAGIKAN