
ISTANBUL, BALIPOST.com – Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan melawat ke China pekan depan, hanya beberapa hari usai kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke negara itu.
Dikutip dari Kantor Berita Antara, Jumat (15/5), kunjungan satu hari tersebut akan berlangsung pada 20 Mei. Perjalanan itu merupakan bagian dari keterlibatan rutin Moskow dengan Beijing, dengan sedikit ekspektasi akan adanya parade besar atau upacara penyambutan khusus.
Hingga kini, baik Beijing maupun Moskow belum mengonfirmasi tanggal tersebut.
Trump menyelesaikan kunjungan tiga harinya ke China pada Jumat. Dalam kunjungan pertama seorang presiden AS ke China dalam sembilan tahun terakhir, ia bertemu Presiden China Xi Jinping untuk membahas perdagangan, Taiwan, konflik Timur Tengah, dan isu lainnya.
Kunjungan Putin akan menjadi pertama kalinya China menjadi tuan rumah bagi para pemimpin dua kekuatan besar tersebut dalam bulan yang sama di luar forum multilateral.
Pertemuan terakhir antara Putin dan Xi Jinping berlangsung pada 4 Februari 2026 melalui sambungan video.
Sebelumnya pada Kamis (14/5), juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa Putin akan segera mengunjungi China.
“Kami akan segera mengumumkannya. Kunjungan ini sedang dipersiapkan. Dapat dikatakan persiapannya sudah selesai, hanya tinggal sentuhan akhir. Ini akan berlangsung dalam waktu dekat,” katanya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan kontak Rusi-China setelah kunjungan pemimpin AS itu, Peskov mengatakan kepemimpinan Rusia tetap mengharapkan komunikasi dengan Xi terlepas dari kunjungan Trump ke Beijing.
Sementara itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan kepada wartawan pada Jumat bahwa Beijing dan Moskow terus menjaga komunikasi erat terkait persiapan pertemuan kedua presiden tersebut. Rincian lebih lanjut akan diumumkan “pada waktunya,” ucap Guo.
Jika kunjungan Putin terjadi, China akan menjadi negara pertama yang menjamu seluruh empat pemimpin negara anggota tetap lainnya di Dewan Keamanan PBB dalam rentang beberapa bulan.
Dewan Keamanan PBB memiliki lima anggota tetap, yakni Rusia, AS, Inggris, Prancis, dan China. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi China pada Desember, sementara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berkunjung pada Januari. (kmb/balipost)










