Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersama Presiden China Xi Jinping di Beijing, China. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meninggalkan China, Jumat, setelah melakukan pembicaraan selama dua hari dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan penting antara pemimpin dua ekonomi terbesar dunia.

Trump menaiki pesawat Air Force One di Bandara Internasional Beijing Capital setelah menghadiri jamuan teh resmi dan makan siang pada hari terakhir pertemuannya sebelum meninggalkan kompleks resmi kediaman Xi yang dikenal sebagai Zhongnanhai.

Dilansir dari Kantor Berita Antara, Menteri Luar Negeri China Wang Yi melepas keberangkatan Trump di bandara. Dalam upacara pelepasan tersebut, para prajurit berdiri berbaris di depan Air Force One sementara para pelajar melambaikan bendera kedua negara.

Baca juga:  Pjs Bupati Badung Apresiasi Langkah KPU Ganti KPPS dan Petugas Ketertiban Reaktif

Berbicara kepada wartawan saat duduk bersama Xi dalam jamuan teh, Trump memuji hubungannya dengan pemimpin China tersebut dan menyebut hubungan mereka “sangat kuat.”

Ia juga mengatakan keduanya sepakat tidak ingin Iran “memiliki senjata nuklir. Kami ingin selat (Hormuz) tetap terbuka.”

“Kami ingin semuanya diakhiri karena situasinya gila di sana, agak gila. Itu tidak baik dan tidak boleh terjadi,” ujar Trump.

Menyambut Trump, Xi menjelaskan makna historis Istana Zhongnanhai yang selama ini menjadi kediaman banyak pendahulunya. Ia juga mengenang sambutan Trump untuk dirinya di resor Mar-a-Lago di Florida pada 2017.

Baca juga:  Presiden Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan, Selat Hormuz Segera Dibuka

“Saya memilih tempat ini secara khusus untuk membalas keramahan yang pernah diberikan kepada saya,” kata Xi.

Kunjungan Trump ke China berlangsung di tengah konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah setelah pasukan Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan Teheran terhadap Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk serta penutupan Selat Hormuz. Saat ini, gencatan senjata tanpa batas waktu sedang berlangsung.

Baca juga:  Biden Perkuat Kemenangan, Trump Isyaratkan Ini

China kembali menyerukan dialog di kawasan tersebut, sementara Washington menuduh Beijing mendukung kemampuan militer dan ekonomi Iran.

Trump tiba di Beijing pada Rabu malam waktu setempat untuk kunjungan yang semula dijadwalkan berlangsung pada akhir Maret, namun tertunda akibat perang Iran.

Perjalanan tersebut menjadi kunjungan pertama presiden AS yang sedang menjabat ke China dalam sembilan tahun terakhir. Trump sebelumnya mengunjungi Beijing pada 2017 saat menjalani masa jabatan pertamanya. (kmb/balipost)

BAGIKAN