Donald Trump. (BP/dok)

MOSKOW, BALIPOST.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Minggu (3/5) mengatakan telah mempelajari usulan baru Iran untuk menyelesaikan konflik antara AS dan Iran, namun menilai usulan itu tidak dapat diterima.

“(Proposal) itu tidak dapat saya terima. Saya telah mempelajarinya, saya sudah mempelajari semuanya — itu tidak dapat diterima,” kata Trump dikutip dari Kantor Berita Antara, Senin (4/5).

Pemimpin AS itu menambahkan bahwa operasi militer Amerika Serikat terhadap Israel disebut berjalan dengan sangat baik.

Baca juga:  Menganiaya, Pria Asal Iran Dijebloskan ke Lapas Kerobokan

Sebelumnya pada hari yang sama, Al Jazeera melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui persoalan tersebut, bahwa Iran telah mengajukan rencana tiga tahap kepada AS untuk mencapai perdamaian jangka panjang, yang mencakup penghentian pengayaan uranium hingga 15 tahun.

Tahap pertama dalam rencana tersebut mencakup penghentian total permusuhan antara AS dan Iran dalam waktu 30 hari, penerapan gencatan senjata di seluruh kawasan, serta kesepakatan non-agresi antara kedua negara yang juga melibatkan sekutu Iran di kawasan dan Israel.

Baca juga:  Serangan AS-Israel ke Iran Miliki Jangkauan Lebih Luas Dibandingkan Juni 2025

Selain itu, direncanakan pembentukan mekanisme pemantauan internasional untuk mengawasi kemungkinan pelanggaran gencatan senjata.

Tahap kedua mencakup pembekuan kegiatan pengayaan uranium hingga 15 tahun, yang kemudian diikuti dengan pembatasan tingkat pengayaan hingga 3,6 persen sesuai dengan prinsip penyimpanan nol (zero storage).

Tahap ketiga, yang bersifat jangka panjang, mencakup dimulainya dialog strategis Iran dengan negara-negara Arab dan negara tetangga di kawasan guna membentuk sistem keamanan bersama. (kmb/balipost)

Baca juga:  Presiden Jokowi Lakukan Lawatan ke Australia
BAGIKAN