
SINGARAJA, BALIPOST.com – Perjalanan spiritual bertajuk Indonesia Walk for Peace 2026 resmi dilepas dari Brahma Vihara Arama, Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Sabtu (10/5). Kegiatan yang menjadi rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2026 ini diikuti 56 bhikkhu dan peserta dari sejumlah negara.
Pelepasan peserta dilakukan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Muhammad Syafi’i, didampingi Gubernur Bali Wayan Koster. Perjalanan damai tersebut akan menempuh rute Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Yogyakarta sebelum tiba di Borobudur pada 28 Mei 2026 mendatang.
Ketua Panitia Pusat, Dr. Tosin, mengatakan total peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 56 orang. Sebanyak 43 peserta berasal dari Thailand, empat peserta dari Malaysia, tiga peserta dari Laos, serta peserta dan pendamping dari Indonesia.
“Kami berharap pesan damai yang dibawa bisa dirasakan semua pihak,” ujarnya.
Gubernur Bali, Wayan Koster, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebut perjalanan spiritual para bhikkhu ini menjadi momentum bersejarah karena baru pertama kali dimulai dari Bali.
“Ini merupakan niat dan tekad mulia. Kegiatan ini sakral karena membawa pesan perdamaian dan persaudaraan. Saya yakin perjalanan ini akan menjadi perhatian dunia,” katanya.
Sementara itu, Muhammad Syafi’i menyebut kegiatan tersebut sebagai program luar biasa yang menunjukkan semangat kuat dan niat suci para peserta.
“Ketika hati manusia tunduk kepada Tuhan, tidak ada lagi yang merasa lebih tinggi ataupun lebih rendah. Yang paling mulia adalah mereka yang bertakwa,” ujarnya.
Ia menambahkan, perjalanan damai itu juga menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Seluruh peserta berjalan dengan tujuan yang sama tanpa memandang perbedaan.
“Indonesia penuh kebinekaan. Ketika bersatu, kita akan menjadi bangsa yang kuat,” tegasnya. (Nyoman Yudha/balipost)










