Petugas melakukan pemeliharaan jaringan listrik. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Cadangan listrik di Bali saat ini kurang dari ketentuan ideal yakni di bawah 30 persen. Daya mampu kelistrikan di Bali saat ini mencapai 1.400-an megawatt (MW), sementara beban puncak telah mencapai 1.278 MW.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Bali, Wayan Koster pada acara Sosialisasi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Jumat (8/5).

Dalam kegiatan yang menyasar pelaku usaha hotel, restoran dan, kafe (horeka) tersebut, Koster mengungkapkan bahwa Bali harus mampu mewujudkan mandiri energi dengan energi bersih. “Tidak mau bergantung dengan luar Bali, itu berbahaya,” katanya.

Baca juga:  Dua Hari Berturut-turut!! Bali Laporkan Tambahan Puluhan Kasus Positif COVID-19

Pihaknya mencanangkan pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan berbahan gas di Bali yang akan menghasil 1.550 MW. Pembangunan ini dilakukan secara bertahap mulai 200 MW di Pesanggaran, kemudian berlanjut ke tahun berikutnya hingga 2031 ditargetkan Bali sudah mandiri energi.

Selain itu, pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) nantinya akan menambah sumber energi baru di Bali. PSEL, kata Koster, nantinya akan mampu mengelola 1.200 ton sampah per hari. Sampah itu disumbangkan oleh Denpasar sebanyak 700 ton dan Badung 200 ton.

Baca juga:  Hampir 50 Persen Tambahan Kasus COVID-19 Ada di Zona Merah Ini

Sementara itu, Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, I Wayan Eka Susana mengatakan, konsumsi listrik di Bali mengalami lonjakan jika dilihat dari beban puncak yang kini sudah mencapai 1.278 MW. Kondisi ini mulai terjadi sejak pertengahan April 2026, dari sebelumnya beban puncak kelistrikan di Bali masih ada pada angka 1.100 an MW.

Sebagai upaya untuk mengoptimalkan cadangan listrik di Bali, Eka Susana mengatakan, pihaknya mendorong pembangunan pembangkit gas dan hilirisasi gas di Pesanggaran dan percepatan pembangunan PSEL yang nantinya akan mampu menyumbang 30 MW. Sementara, menghidupkan PLTD Pemarin jadi alternatif terkahir. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Denpasar Kembali Catatkan Tambahan Korban Jiwa COVID-19, Kasus Harian Juga Melonjak
BAGIKAN