
MANGUPURA, BALIPOST.com – Sebanyak 50 Bhikkhu lintas negara tiba di terminal kedatangan internasional, Bandara Ngurah Rai Kamis (7/5) malam. Kehadiran para Bhikkhu dari Thailand, Laos, dan Malaysia ini menandai dimulainya perjalanan spiritual bertajuk Thudong yang sarat pesan perdamaian.
Rombongan Bhikkhu tersebut menjalani misi berjalan kaki dari Bali dengan awalan di Buleleng hingga Candi Borobudur sebagai simbol penyebaran nilai toleransi, harmoni, dan kemanusiaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Waisak yang setiap tahunnya mengusung pesan kedamaian universal.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menegaskan pihaknya bangga dapat menjadi gerbang awal perjalanan spiritual tersebut. Menurutnya, Bali kembali menunjukkan identitasnya sebagai destinasi dunia yang menjunjung tinggi nilai keberagaman dan spiritualitas.
“Bandara I Gusti Ngurah Rai menyampaikan selamat datang kepada seluruh Bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace. Sebagai pengelola bandara, kami merasa terhormat telah menjadi bagian dari kedatangan para Bhikku yang akan memulai perjalanan spiritual Thudong,” ujarnya.
“Kehadiran para Bhikkhu di Bali membawa pesan positif mengenai pentingnya menjaga kedamaian, keharmonisan, dan persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk. Kami berharap perjalanan spiritual ini dapat memberikan inspirasi bagi banyak pihak,” katanya.
Para Bhikkhu tiba di Bali pada pukul 21.30 WITA menggunakan pesawat AirAsia nomor penerbangan AK374 dengan rute Kuala Lumpur–Denpasar. Pihak bandara memastikan seluruh proses kedatangan berjalan lancar dengan dukungan layanan maksimal serta penyambutan hangat dari komunitas bandara dan instansi terkait.
“Proses kedatangan para Bhikkhu berjalan dengan lancar dengan dukungan berbagai instansi, di antaranya dari Imigrasi, Bea Cukai, dan Balai Karantina. Seluruh fasilitas pelayanan bandara juga kami pastikan dalam keadaan prima,” ucapnya.
Perjalanan Thudong IWFP 2026 akan menempuh ribuan kilometer melintasi Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga DI Yogyakarta. Perjalanan ini akan berakhir di Candi Borobudur sebagai pusat perayaan Waisak nasional.
Melalui perjalanan tersebut, para Bhikkhu mengajak masyarakat untuk memperkuat toleransi, kepedulian sosial, serta hidup harmonis di tengah keberagaman. Pesan damai yang mereka bawa diharapkan mampu menginspirasi masyarakat luas.
“Sebagai bandara yang melayani jutaan pengguna jasa dari berbagai negara dan latar belakang budaya, bangsa, dan agama, Bandara I Gusti Ngurah Rai terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang inklusif serta mendukung berbagai kegiatan internasional, budaya, maupun spiritual yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pariwisata Bali,” pungkasnya.(Parwata/balipost)










