
DENPASAR, BALIPOST.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali sukses menggelar seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bali dan tingkat nasional tahun 2026. Seleksi berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Mei 2026, dengan melibatkan 90 peserta terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Bali.
Dari hasil seleksi tersebut, Bali menetapkan tiga pasang calon Paskibraka yang akan mengikuti seleksi tingkat nasional. Mereka dipilih berdasarkan peringkat terbaik dari seluruh tahapan seleksi yang berlangsung ketat dan berlapis.
Tiga calon Paskibraka nasional putra yang lolos mengikuti seleksi tingkat nasional yakni:
- I Made Dwi Sathya Kurniawan dari SMAN 1 Kuta Utara, Kabupaten Badung
- Gusti Ngurah Agung Avara Sastrawan Wibisana dari SMAN 3 Denpasar
- Kadek Pandu Ari Capriano dari SMAN 1 Melaya, Kabupaten Jembrana
Sementara untuk calon Paskibraka nasional putri, yakni:
- Vadeline Angelia dari JB School Kabupaten Badung
- Ni Luh Made Pradnya Dewi Paramita dari SMK Triatmajaya Kabupaten Tabanan
- Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani dari SMAN 1 Kubu Kabupaten Karangasem
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Bali, I Komang Kusumaedi, mengatakan hasil seleksi baru dapat diumumkan pada Kamis (7/5) malam karena tim harus melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh nilai peserta.
“Saya selaku ketua panitia seleksi mengumumkannya jam 11 tadi malam, karena mesti cek satu persatu nilai adik-adik peserta seluruh rangkaian test seleksi yang mereka ikuti, seperti hasil psikotest, TWK, TIU, kesehatan, PBB, kesamaptaan, hingga kepribadian,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (8/5) pagi.
Pria yang akrab disapa IKK itu menjelaskan, ketiga pasang calon Paskibraka tersebut selanjutnya akan mengikuti seleksi tingkat pusat untuk dipilih satu pasang putra-putri terbaik yang akan bertugas sebagai Paskibraka Nasional pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tahun 2026.
Menurutnya, persaingan di tingkat nasional dipastikan jauh lebih ketat karena seluruh peserta merupakan wakil terbaik dari masing-masing provinsi di Indonesia.
“Karena di pusat mereka akan bersaing dengan seluruh provinsi di Indonesia, maka persiapannya harus lebih matang dan lebih sempurna dibanding saat seleksi provinsi,” katanya.
Sebagai bentuk persiapan, Kesbangpol Bali akan memberikan pelatihan khusus kepada enam peserta tersebut sekitar Juni 2026 selama empat hingga lima hari. Materi pelatihan meliputi psikotes, wawancara, tes kepribadian, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), hingga tes intelegensi umum.
Kesbangpol Bali menargetkan minimal satu pasang wakil Bali mampu lolos menjadi anggota Paskibraka Nasional dan bertugas mengibarkan Sang Merah Putih di tingkat nasional. “Harapan kami tentu ada wakil Bali yang bisa lolos dan bertugas di nasional,” ujarnya.
Peserta yang mengikuti seleksi nasional namun belum berhasil lolos tetap akan kembali bertugas sebagai anggota Paskibraka Provinsi Bali sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, sebanyak 72 peserta lainnya akan bertugas sebagai Paskibraka Provinsi Bali. Sedangkan 16 pasangan lainnya kembali ke daerah masing-masing untuk bertugas sebagai Paskibraka kabupaten/kota.
Kusumaedi menjelaskan, seluruh peserta yang mengikuti seleksi tingkat provinsi merupakan putra-putri terbaik yang sebelumnya telah lolos seleksi di tingkat kabupaten/kota.
“Sesungguhnya mereka itu sudah menjadi Paskibraka di tingkat kabupaten/kota. Kemudian di sini seleksi untuk menentukan siapa yang bertugas di provinsi, siapa yang dikirim ke tingkat nasional, dan siapa yang kembali bertugas di kabupaten/kota,” jelasnya.
Tahapan seleksi dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. Peserta menjalani psikotes, tes wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum, tes kesehatan, tes PBB, hingga tes kesamaptaan berupa lari dan kemampuan fisik lainnya.
Selain itu, pada hari terakhir seleksi, Kamis (7/5), peserta juga mengikuti tes kepribadian melalui wawancara mendalam guna melihat kesiapan mental dan karakter masing-masing peserta.
“Mereka diwawancarai terkait minat, bakat, mental, motivasi, dan kepribadian. Jadi benar-benar dilihat kesiapan mereka secara menyeluruh,” katanya.
Ia menegaskan, proses seleksi berlangsung ketat dan diawasi langsung oleh pejabat Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) sejak hari pertama hingga hari terakhir pelaksanaan seleksi.
Untuk peserta yang lolos sebagai Paskibraka Provinsi Bali, akan mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan selama 21 hari mulai 27 Juli hingga 18 Agustus 2026 sebagai persiapan menjalankan tugas pengibaran bendera Merah Putih pada upacara HUT Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Bali. (Ketut Winata/balipost)










