Gedung Pasar Desa Serangan, Denpasar Selatan. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Game online digandrungi warga, dari anak-anak sampai orang dewasa. Bercermin dari kasus siswi SD, KA (13) lompat dari lantai 3 Gedung Pasar Desa Serangan, Denpasar Selatan (Densel) hingga cedera berat, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Agus Riwayanto Diputro supaya masyarakat waspada dan berhati-hati menggunakan media sosial (medsos), terutama terkait game online.

“Kami imbau dan mengingatkan para orangtua agar hati-hati serta mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama terkait media sosial atau dunia maya,” tegas Kompol Agus, saat mendampingi Kapolresta Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, Kamis (23/4).

Baca juga:  Iklan Vila Khusus Gay di Seminyak Buat Medsos Heboh

Terkait peristiwa tersebut, mantan Kapolsek Kuta ini menjelaskan sudah melakukan penyelidikan dan dibantu Ditressiber Polda Bali. Pihaknya sudah mengamankan HP yang dipakai untuk merekam video kejadian itu.

“Jadi kami tidak ada melihat indikasi bullying. Korban terindikasi termotivasi salah satu game online. Kami sudah berkoordinasi dengan psikolog memang ada sedikit atau imbas game online sehingga ikuti tren tersebut,” ujarnya.

Menurutnya jika dilihat secara digital forensik, game online tersebut membuat motivasi penontonnya mengikuti tren tersebut.

Baca juga:  Aparat Desa Diminta Waspadai Informasi Negatif di Medsos

Sementara Kombes Leonardo mengatakan melalui Unit PPA Satreskrim sudah berkoordinasi dengan Kominfo dan Siber untuk melakukan pengecekan HP korban melalui digital forensik.

Seperti diberitakan, motif melompatnya siswi SD, KA (13) dari lantai 3 Gedung Pasar Desa Serangan, Denpasar Selatan (Densel) diduga terobsesi game online yang ada adegan tragis. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN