Kondisi lahan sawah di Bangli yang mengalami kekeringan. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli melakukan pemetaan risiko kekeringan. Hasilnya, tidak ada desa di wilayah Bangli yang masuk kategori sangat rawan kekeringan.

Masih berdasarkan hasil pemetaan terbaru, risiko kekeringan di seluruh desa di Bangli saat ini berada pada kelas rendah hingga sedang.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bangli Wayan Yuda Atmadi, menjelaskan bahwa potensi kekeringan diukur dari ketersediaan sumber mata air. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai mata air yang mengecil atau mati.

Baca juga:  Desa Berstatus Zona Merah Bertambah

“Berdasarkan analisis KRB yang kami proses, Bangli hanya berpotensi rendah dan sedang. Jika masuk kategori rendah, sebenarnya tidak ada potensi kekeringan,” ujar Yuda Atmadi, Senin (13/4).

Mengenai kondisi cuaca, pihaknya mengaku belum menerima informasi resmi dari BMKG terkait awal musim kemarau tahun ini.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Bangli telah berkoordinasi dengan Camat dan Perbekel untuk memberikan imbauan kepada tokoh masyarakat. Warga diminta untuk melakukan penanaman kembali (penghijauan) guna menjaga cadangan air tanah.

Baca juga:  Prakiraan Cuaca 26 Juni 2025, Sejumlah Wilayah di Bali Masih Berpotensi Hujan

Selain itu, BPBD juga telah menyiagakan armada tangki air dan tandon besar untuk mendistribusikan air bersih jika sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat.

Selain ancaman kekeringan, BPBD Bangli memberikan perhatian pada potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), khususnya di wilayah Kintamani. Imbauan telah diteruskan melalui Kasi Trantib Camat Kintamani agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, seperti dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan aktivitas yang memicu titik api. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Bangunan TIC yang Telan Dana Rp 610 Juta Belum Dioperasikan, Ini Alasannya
BAGIKAN