I Wayan Sumarajaya.. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sektor pariwisata Bali menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Berdasarkan data sementara hingga Maret, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai lebih dari 1,645 juta orang atau naik 2,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, wisatawan domestik tercatat sebanyak 968.313 orang atau meningkat sekitar 4 persen.

Seiring pertumbuhan kunjungan, realisasi pendapatan dari sektor pariwisata berupa pungutan wisatawan asing (PWA) juga mengalami kenaikan signifikan. Hingga 31 Maret 2026, pendapatan tercatat mencapai lebih dari Rp71,449 miliar, atau naik 11,63 persen dibandingkan periode Januari–Maret 2025.

Baca juga:  Pungutan Wisman Baru 40 Persen yang Bayar, Pemprov Bali akan Sidak

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan tren pemulihan yang terus menguat. “Sampai 31 Maret ya, Rp71,449 miliar lebih. Kalau dibandingkan dengan tahun 2025, itu naik 11,63 persen. Jadi ada kenaikan dari tahun yang lalu dalam tiga bulan,” ujarnya, Senin (13/4).

Namun demikian, tingkat kepatuhan pembayaran kontribusi wisatawan masih menjadi catatan. Dari total kunjungan, rata-rata hanya sekitar 32 persen wisatawan yang melakukan pembayaran, dengan kisaran 22 hingga 33 persen.

Baca juga:  Integrasi Teknologi Permudah UMKM Tingkatkan Penjualan Secara Digital

Pemerintah Provinsi Bali tetap berkomitmen mendorong pariwisata berkualitas berbasis budaya. Sumarajaya menekankan pentingnya peningkatan pelayanan dari seluruh pelaku industri.

“Kita sudah punya komitmen menjaga pariwisata berbasis budaya dan berkualitas. Karena itu, kami mengajak seluruh unsur terkait untuk terus meningkatkan pelayanan kepada wisatawan, baik domestik maupun internasional,” jelasnya.

Terkait adanya travel warning dari Korea Selatan, pihaknya menyatakan menghormati langkah tersebut sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah negara asal wisatawan. Namun, ia memastikan bahwa penanganan terhadap insiden yang terjadi telah dilakukan dengan cepat dan baik oleh aparat berwenang.

Baca juga:  Saksi Korban hingga Kuasa Hukum Terdakwa Tak Datang, Sidang Penembakan WN Australia Ditunda

“Dari sisi penanganan dan informasi sudah ditangani dengan sangat baik, sehingga kami berharap hal ini tidak berdampak terhadap kunjungan wisatawan asing,” ujarnya.

Sementara itu, data dari kepolisian menunjukkan adanya penurunan angka kriminalitas di Bali. Disebutkan terjadi penurunan sekitar 23 persen dalam aktivitas kejahatan, yang menjadi indikator positif bagi keamanan destinasi.

Koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Polda Bali, juga terus diperkuat guna meningkatkan langkah-langkah pencegahan serta menjaga rasa aman bagi wisatawan. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN