Proses seleksi Paskibraka Kabupaten Tabanan tahun 2026. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Persaingan menuju Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tabanan tahun 2026 mulai ketat. Dari 187 peserta awal, kini hanya tersisa 91 orang yang masih bertarung untuk memperebutkan 55 kuota, termasuk cadangan. Saat ini mereka hanya tinggal menunggu hasil akhir dari pusat.

Dimana seluruh tahapan seleksi di tingkat daerah telah rampung. Hasilnya kini dalam proses verifikasi oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebelum diumumkan secara resmi kepada peserta.

Baca juga:  Panglima TNI Usulkan Kenaikan Pangkat untuk 53 Prajurit Hiu Kencana

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tabanan, I Putu Dian Setiawan, Jumat (10/4) mengatakan, pengumuman kelulusan akan disampaikan langsung melalui aplikasi Transparansi Paskibraka ke ponsel masing-masing peserta. “Untuk waktunya masih menunggu dari pusat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses seleksi berlangsung ketat dan berlapis sejak 6 April 2026 di GOR Debes, dimulai dari tes wawasan kebangsaan. Jumlah peserta terus berkurang pada setiap tahapan, termasuk Tes Intelegensi Umum (TIU) dan pemeriksaan kesehatan.

Baca juga:  Putra Klungkung Lolos Seleksi Paskibraka Nasional

Pada tahap kesehatan, puluhan peserta gugur karena tidak memenuhi syarat, terutama akibat gangguan penglihatan seperti rabun dan buta warna serta kendala fisik lainnya. Seleksi semakin mengerucut saat memasuki tahap parade, yang menjadi penilaian utama terkait postur tubuh.

Sebanyak 68 peserta tersisih pada tahap ini. Selanjutnya, seleksi kesamaptaan digelar di Rindam IX/Udayana pada 8 April 2026, diikuti 91 peserta setelah satu orang mengundurkan diri. Tahapan akhir berupa seleksi kepribadian dilaksanakan 9 April 2026, meliputi wawancara, tes minat dan bakat, serta penelusuran rekam jejak, termasuk aktivitas di media sosial.

Baca juga:  Sempat Dirawat di RSUP Prof. Ngoerah, Kakanda Rai Mantra Lebar

Menurut Dian Setiawan, seluruh proses seleksi dilakukan secara ketat dan transparan guna memastikan peserta yang terpilih benar-benar memenuhi standar. “Baik dari segi fisik, kesehatan maupun kepribadian,” tegasnya. (Dewi Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN