I Gusti Ngurah Agung Avara Sastrawan Wibisana. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – I Gusti Ngurah Agung Avara Sastrawan Wibisana atau akrab dipanggil Wibi merupakan salah seorang siswa yang mewakili Bali dalam seleksi Paskibraka Nasional. Siswa SMA Negeri 3 Denpasar ini mengakui banyak mengikuti latihan fisik dan mental supaya bisa lolos di Paskibraka Provinsi Bali.

Saat ditemui di kediamannya di Jalan Kembang Matahari, Denpasar, Sabtu (9/5), laki-laki kelahiran Denpasar, 27 Februari 2010 ini menceritakan persiapannya mengikuti Paskribraka sejak Januari 2026. “Awal Januari itu saya mulai latihan di sekolah. Sekalian waktu itu persiapan mau lomba LKPP PPI Kota Denpasar. Setelah lomba, lanjut latihan persiapan seleksi calon Paskibraka Kota Denpasar,” katanya.

Baca juga:  Membandel, Pemilik Bangunan di Tanah Negara Dipanggil Satpol PP Gianyar

Seleksi tes kemampuan akademik baik TWK ataupun TIU, seleksi pengguguran, kesehatan hingga seleksi PBB, berhasil dilewatinya. Demikian pula seleksi demi seleksi selanjutnya hingga tes wawancara dan minat bakat berhasil dilalui.

“Seleksi minat bakat saya ambil menyuling. Astungkara seleksi wawancara dan minat bakat juga lulus,” kata Wibi yang memiliki hobi berbagai cabang olahraga hingga bermain suling.

Untuk melalui seleksi tersebut, anak dari pasangan Ir. I Gusti Ngurah Made Sumantri, S.H., M.Si. dan Ir. Ni Gusti Putu Eka Triyani, M.Si. tersebut mengakui telah mengikuti banyak latihan baik fisik dan mental. Persiapan mulai dari mental yang menurutnya menjadi bagian penting yang bisa mempengaruhi fisik.

Baca juga:  Syukuran, Warga Adat Kemiren Jemur Kasur Massal

Wibi mengaku juga selalu aktif mencari informasi tentang tes psikotes agar bisa lancar. Belajar dan latihan-latihan terus dilakukannya yang membuatnya bisa berhasil melewati tahapan demi tahapan.

Menjadi Paskibraka, kata Wibi, bukan cita-citanya sejak kecil, bahkan sangat awam sebelumnya dengan Paskibraka. Dunia Paskibraka baru diketahuinya sejak duduk di bangku SMP ketika iseng mengikuti lomba tersebut.

“Saat itu pelatih mendorong saya untuk saya serius di Paskibraka. Kata pelatih saya punya badan yang bagus, tinggi, dan wajah juga lumayan dan disuruh latihan sungguh-sungguh. Dari itu mulai penasaran dan serius latihan hingga saat ini,” katanya.

Baca juga:  Tindak Tegas Mafia Visa

Siswa yang duduk di kelas X ini mengaku sangat bangga berhasil lolos untuk mengikuti seleksi Paskibraka Nasional. Namun, kesedihan juga dirasakannya karena ada salah satu rekannya yang tidak lolos dan kembali ke Paskibraka Kota Denpasar. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN