Kepala Disdukcapil Kota Denpasar I Dewa Gde Juli Artabrata. (BP/wid)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pendataan penduduk pendatang (Duktang) rutin digelar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar. Tidak hanya pada pascahari raya Lebaran 2026 ini, namun pendataan rutin digelar berkoordinasi dengan desa dan lurah. Demikian pada 2025 tercatat di Denpasar ada 30 ribu penduduk non permanen yang melapor.

Kepala Disdukcapil Kota Denpasar I Dewa Gde Juli Artabrata saat ditemui di ruangannya, Rabu (1/4) mengatakan, jumlah tersebut belum termasuk untuk penduduk yang tinggal dan belum melaporkan diri. “Jadi dari 30 ribu penduduk pendatang yang melapor tersebut kemungkinan jumlahnya masih lebih banyak penduduk yang tinggal di Denpasar namun KTP luar,” katanya.

Baca juga:  Dukung Energi Bersih dan Transportasi Ramah Lingkungan, Puluhan Honda PCX EV Disiapkan

Diakuinya tidak semua pendudukan mendaftarkan dirinya ke desa/kelurahan tempat dia tinggal sebagai penduduk non permanen. Seperti halnya pegawai yang bertugas dan tinggal di Denpasar namun belum mendaftarkan diri.

Demikian kata Dewa Juli, pihaknya melakukan pendataan duktang secara rutin. Tidak hanya pada pascahari raya di pintu-pintu masuk Kota Denpasar, seperti Pelabuhan Benoa. Bahkan menurut Dewa Juli pun pendataan di pintu-pintu masuk tersebut tidak begitu efektif. Mengingat tidak semua penumpang yang turun memiliki tujuan Denpasar.

Baca juga:  Tanpa SKTS, Belasan Duktang Terjaring Operasi

Dengan itu pihaknya pun melakukan koordinasi dengan kecamatan hingga desa dan kelurahan untuk melakukan pendataan di wilayah masing-masing. “Itu lebih memastikan jumlah duktang di masing-masing wilayah. Kalau di Benoa kan kita hanya mencatat berapa penumpang turun saja, ga tau pasti arah mereka kemana,” katanya.

Demikian untuk 2026 ini Dewa Juli mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan duktang pascahari raya dari desa dan kelurahan. Disinggung terkait penambahan penduduk di Kota Denpasar, dia mengatakan tentu ada penambahan yang dilaporkan per semester. Pada semester I 2025 tercatat jumlah penduduk 676 ribu jiwa dan semester II tercatat ada 680 ribu jiwa. Jumlah ini bertambah seiring adanya kelahiran ataupun pernikahan. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Penduduk Nonpermanen Percepat Laju Pertumbuhan Penduduk

 

BAGIKAN