
BANGLI, BALIPOST.com – Polres Bangli mengerahkan ratusan personel untuk mengamankan jalannya Karya Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani. Pengamanan dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih dua pekan, mulai 1 hingga 15 April 2026.
Kasi Humas Polres Bangli, AKP I Ketut Gede Ratwijaya Senin (30/3) mengungkapkan sebanyak 176 personel gabungan dari Polres dan Polsek jajaran telah disiapkan. Dalam melakukan pengamanan polisi juga berkolaborasi dengan TNI, Satpol PP, Dishub, serta Pecalang setempat.
Selain pengamanan di area dalam pura, petugas juga disebar di sepanjang jalur menuju Pura Ulun Danu Batur. Untuk menjamin kelancaran, pihak kepolisian akan mendirikan 21 pos jaga di titik-titik strategis. “Besok (Selasa) kami akan melaksanakan Apel Gelar Pengamanan di Museum Geopark Penelokan untuk memastikan kesiapan seluruh unsur,” ujarnya.
Ada dua hal yang menjadi atensi kepolisian adalah kemacetan arus lalu lintas dan potensi tindak kriminalitas seperti pencopetan. Meski tahun lalu tercatat nihil kasus pencopetan, polisi tetap mengimbau pemedek untuk waspada terhadap barang bawaan dan perhiasan.
Ratwijaya mengatakan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Polres Bangli menerapkan pola arus lalu lintas satu pintu. Semua kendaraan baik dari arah Bangli maupun Payangan masuk melalui jalur Penelokan menuju titik parkir di Tunon. Setelah selesai bersembahyang, pemedek diarahkan keluar melalui jalur Pludu. Untuk bisa bergerak cepat memecah titik-titik kemacetan, Polres Bangli juga menyiagakan personel menggunakan sepeda motor.
Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya pelaksanaan upacara Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, tahun Saka 1948/2026 telah ditetapkan. Rangkaian upacara berlangsung mulai 20 Maret hingga 16 April 2026.
Jero Penyarikan Duuran Batur yang didampingi Jero Penyarikan Alitan Batur serta Prajuru Desa Adat Batur menyampaikan puncak upacara Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun 2026 dilaksanakan pada 2 April 2026, dengan Ida Bhatari nyejer selama 11 hari.
Pemedek diimbau untuk tetap menjaga kebersihan wewidangan Ida Bhatari dengan meminimalisasi penggunaan sampah plastik. Apabila ingin memohon tirta Ida Bhatari, pihaknya mengimbau pemedek untuk membawa tempat tirta tidak sekali pakai. “Kami tidak lagi menyediakan plastik, jadi mohon membawa tempat tirta yang bisa digunakan lebih dari sekali,” katanya.
Selain itu pihaknya juga membuka peluang bagi seluruh umat se-Dharma yang memiliki keinginan untuk ngayah selama pelaksanaan upacara. “Apabila ada para bhakta yang ingin ngayah, baik ngayah dalam konteks ngaturang karya ataupun ngayah wewalen bisa menghubungi panitia sehingga bisa dikondisikan dan dijadwal,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)










