
BANGLI, BALIPOST.com – Puluhan barungan gong mengiringi ritual mapepada agung yang digelar pada puncak karya pujawali ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Kamis (2/4).
Karya Ngusaba Kadasa yang rutin digelar setiap tahun itu nyejer hingga 12 April mendatang.
Pangemong Pura Ulun Danu Batur yang juga Manggala Karya Ngusaba Kadasa warsa 2026 Jero Gede Duhuran Batur, menjelaskan bahwa upacara mapepada agung ini bertujuan untuk menyucikan sarana upakara sekaligus momentum Ida Bhatara macecingak kepada umat. “Setelah itu, pada sore harinya, dilanjutkan dengan upacara katuran Pujawali,” ujar Jero Gede Duhuran Batur.
Diungkapkan Jero Gede antusiasme masyarakat ngaturang ayahan luar biasa. Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat dari luar desa adat Batur yang terlibat. Disebutkan bahwa terdapat sebanyak 67 sekaa gong mengiringi prosesi mapepada agung. “Pada puncak karya ini malah banyak yang mendaftar untuk ikut ngaturang ayah,” ujarnya.
Karya Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur dijadwalkan nyejer hingga 12 April mendatang. Jero Gede Duhuran Batur mengajak umat se-Dharma untuk tangkil menghaturkan bakti selama karya berlangsung.
Jero Penyarikan Duuran Batur menambahkan iring-iringan dalam ritual mapepada agung mengikuti konsep baku yang telah diwariskan secara turun-temurun. Barisan terdepan diisi oleh due Ida Bhatari yang terdiri dari tabuh Gong Gede, Angklung, Tari Baris, dan lainnya.
Selanjutnya, iring-iringan diikuti oleh kelompok Batun Sendi Ida Bhatari yang terdiri dari 10 desa, di antaranya Desa Bayung Gede, Buahan, dan Selulung. Selain itu, hadir pula desa-desa yang memiliki hubungan historis sangat akrab seperti Desa Sebatu, Bunutan, Tejakula dan lainnya.
Prosesi ini juga didukung oleh Desa Pepasihan Ida Bhatari seperti desa-desa di kawasan Tegalalang dan Tampaksiring dan lainnya.
Disebutkan Jero Penyarikan, kurang lebih ada 67 desa, komunitas, maupun banjar yang ikut ngaturang ayahan. “Sehingga walaupun Ida Bhatara sudah mewali ke ajeng, iring-iringan gong masih terus berjalan karena ada puluhan,” imbuhnya.
Sementara itu sehari sebelum puncak karya pada Rabu (1/4), Desa Adat Batur melaksanakan upacara Bakti Pangodal serangkaian Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur. Pada momentum tersebut, seluruh pratima dan pralingga Ida Bhatara-Bhatari Sakti Batur diturunkan dari palinggih masing-masing untuk kemudian distanakan di Jero Agung (Bale Pangaruman) di Utama Mandala Pura Ulun Danu Batur.
Rangkaian ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur tahun 2026 dilaksanakan sejak 20 Maret lalu. Sesuai Dudonan Karya Ngusaba Kadasa yang ditetapkan oleh Desa Adat Batur pada bulan Februari 2026, Ngusaba Kadasa 2026 dilaksanakan nyejer selama 11 hari dari tanggal 1 sampai dengan 12 April 2026.
Selama Ida Bhatara nyejer, terdapat sejumlah upacara inti, antara lain Bakti Pangodal, Bakti Pangangsuh, Ngadegang dan Mlaspas Bagia-Pulakerti, serta Pepada Wewalungan (1 April 2026), Pucak Ngusaba yang terdiri dari Pepada Agung, Pucak Ngusaba, dan Bakti Tengahiing Dalu (2 April 2026), Wayon Agung dan Pepada Penek (3 April 2026), dan Wayon Alit yang terdiri atas Nebengin (Maica-ican), Ngabuangin (Maberas Gunung Sari), dan Maider Gita) (4 April 2026). (Dayu Swasrina/balipost)









