Panitia Karya IBTK di Pura Agung Besakih akan menyiagakan petugas jaga untuk menyaring pamedek yang masih menggunakan plastik di Candi Bentar Terminal Manik Mas. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Panitia karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih akan menyiagakan sejumlah petugas jaga untuk menyaring pamedek yang masih menggunakan plastik saat melakukan persembahyangan ke Pura Agung Besakih serangkaian karya tersebut. Petugas screening plastik tersebut akan disiagakan di Candi Bentar Terminal Manik Mas.

Bendesa Desa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha yang ditemui, Rabu (25/3), mengungkapkan, nantinya petugas jaga akan mengecek barang bawaan pamedek. Apabila ada yang membawa pembungkus plastik, maka akan langsung diarahkan untuk menggantinya menggunakan pembungkus organik. “Kalau ditemukan, pembungkus plastik akan langsung dibuka,” ucapnya.

Baca juga:  Sampah Pemedek IBTK Diolah Jadi Pupuk Organik

Widiartha mengatakan, kalau nantinya masih ada pamedek yang lolos dari pemeriksaan dan kedapatan membawa plastik ke areal pura maka pamedek akan diarahkan untuk membawa kembali sampah plastiknya. “Langkah ini dilakukan sebagai langkah untuk menindaklanjuti Surat Edaran Pemerintah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2026 mengenai tatanan bagi pamedek dan pengunjung saat berada di Kawasan Suci Pura Agung Besakih selama pelaksanaan Karya IBTK,” katanya.

Baca juga:  WHDI Bali "Ngaturang Ayah" di Pura Agung Besakih

Selain diimbau untuk tidak membawa kantong plastik, sarana upacara organik sisa sembahyang juga diarahkan untuk dibawa kembali ke rumah masing-masing. “Kami tidak menyediakan tempat sampah di areal pura. Jadi, para pamedek dilarang membuang sampah sembarangan di kawasan suci Pura Agung Besakih dan pamedek berkewajiban membawa pulang semua sampah yang dihasilkan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya juga mengimbau para pamedek untuk tidak membuang sampah di sepanjang jalur pintu keluar Besakih, yakni di sepanjang jalur menuju Batusesa. Sebab, sebelumnya cukup banyak sampah berserakan yang ditinggalkan oleh para pamedek di sepanjang jalur itu sehingga membuat jalur tersebut dipenuhi sampah bekas pamedek. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Dari Pelajar SMA Tewas Saat Menarikan Rangda hingga Gelombang Tinggi Tenggelamkan Ponton di Nusa Penida

 

BAGIKAN