Paruman Kertha Desa Awan pada Senin (23/3). (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Konten kreator dengan nama akun Saka Boy mengundurkan diri dari organisasi pecalang Desa Adat Awan, Kintamani, setelah ulahnya keluyuran di jalan saat Nyepi viral dan menuai kecaman netizen. Selain mundur dari keanggotaan pecalang, desa adat juga menjatuhkan sanksi kepada pemilik akun tersebut.

Bendesa Adat Awan, Nyoman Pasek Selasa (24/3), mengatakan bahwa menyikapi kegaduhan yang terjadi terkait viralnya video Saka Boy tersebut telah dilaksanakan Paruman Kertha Desa pada Senin (23/3).

Baca juga:  Dinilai Sukses Gelar Pertemuan Tahunan IMF-WB, Indonesia Kebanjiran Pujian

Dalam pertemuan yang dihadiri perbekel desa Awan, kelian Banjar, kelian dusun dan seluruh tokoh massyarakat di Desa Awan itu, pemilik akun Saka Boy tersebut resmi mengundurkan diri dari organisasi pecalang.

“Yang bersangkutan mengakui kesalahannya dan sekaligus meminta maaf secara lisan kepada organisasi pecalang, desa adat awan dan Umat Hindu. Permohonan maaf tersebut juga dituangkan dalam berita acara,” ujar Nyoman Pasek.

Baca juga:  Caleg yang Depresi di RSU Bangli Tak Dapat Prioritas  

Selain mundur dari keanggotaan pecalang, desa adat juga menjatuhkan sanksi kepada pemilik akun tersebut berupa sanksi administrasi. Selain itu yang bersangkutan juga akan dikenai sanksi adat berupa upacara Bhakti pangelisan yang dihaturkan di Pura Khayangan Tiga Desa Adat Awan apabila mengulangi kesalahan serupa.

Tindakan yang dilakukan pemilik akun Saka Boy tersebut yang keluyuran saat Nyepi sangat disayangkan. Meskipun saat membuat video itu dia sedang tidak bertugas sebagai pecalang.

Baca juga:  Ini, Imbauan PHDI Bali Terkait Nyepi Termasuk Soal Pengarakan Ogoh-ogoh

Nyoman Pasek mengatakan, pihak desa adat awalnya tidak ingin menanggapi secara berlebihan video viral terrsebut. Namun karena situasi di media sosial semakin gaduh hingga ke dunia nyata langkah tegas melalui paruman akhirnya diambil. Diharapkan kedepan tidak ada lagi permasalahan yang sama di kemudian hari. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN