Suasana pembukaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Bali 2026, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (23/3). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – I Nyoman Giri Prasta resmi ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Bali periode 2026–2030 dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Bali 2026 yang digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (23/3). Wakil Gubernur Bali itu maju sebagai calon tunggal.

Giri Prasta menegaskan komitmennya membangun sistem olahraga Bali yang lebih terstruktur dan berbasis data. Ia juga mengungkapkan dukungan penuh dari Gubernur Bali, Wayan Koster, termasuk dalam evaluasi program dan penguatan anggaran.

“Terima kasih, dukungan penuh dari Pak Gubernur sangat penting, termasuk evaluasi progres dan penguatan anggaran ke depan,” ujarnya saat diwawancara usai pembukaan Musorprov KONI Bali 2026.

Baca juga:  Per 5 Juni, Bali Catatkan Tambahan Belasan Pasien Positif COVID-19

Giri Prasta menekankan bahwa pembangunan olahraga tidak hanya berfokus pada atlet, tetapi juga mencakup pelatih, ofisial, hingga ketersediaan venue yang memadai. Ia menargetkan pembinaan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat banjar hingga kabupaten/kota.

“Pendataan atlet harus akurat, dari banjar, desa, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten/kota. Sulit memang bicara data, tapi lebih sulit lagi kalau tanpa data,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan sains dan teknologi dalam menjaring potensi atlet, serta mendorong sinergi seluruh elemen olahraga di Bali. Mulai dari pengurus KONI, cabang olahraga (cabor), hingga pemerintah daerah.

Menatap agenda besar, Giri Prasta menegaskan kesiapan Bali menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang disebut sebagai momentum “tuan rumah di halaman sendiri”, serta Porprov Bali 2027 di Kabupaten Buleleng.

Baca juga:  Kejurnas Tinju 2017, Krispianus dan Jekri kalah

“Kita akan maksimal di PON 2028. Sebelumnya, Porprov 2027 di Buleleng juga jadi ajang evaluasi penting, termasuk pembinaan atlet melalui program pelatda,” jelasnya.

Terkait cabang olahraga olimpik, ia menegaskan pendekatan realistis berbasis potensi lokal dan kesiapan infrastruktur. Menurutnya, tidak semua cabor harus dipaksakan berkembang jika tidak didukung kondisi daerah.

“Kita harus lihat kearifan lokal dan nature Bali. Tidak semua cabor bisa dipaksakan, terutama yang membutuhkan venue khusus berstandar tinggi,” katanya.

Dalam hal pendanaan, Giri Prasta membuka peluang kolaborasi antara sektor pemerintah, swasta, dan publik. Ia juga mendorong optimalisasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) sebagai “bapak angkat” bagi cabang olahraga.

Baca juga:  Bandara Ngurah Rai Dibuka Mulai Pukul 15.00 Wita

“Program tiap cabor harus jelas dulu, baru kita hitung kebutuhan anggarannya. TJSP akan kita dorong jadi bapak angkat olahraga tanpa melanggar regulasi,” ujarnya.

Terkait anggaran KONI Bali, ia mengakui masih akan melakukan kajian lebih detail. Namun, ia memastikan peluang penambahan anggaran melalui APBD perubahan tetap terbuka jika dibutuhkan.

“Kalau anggaran dirasa kurang, bisa kita tambahkan di APBD perubahan. Astungkara, ke depan pendanaan olahraga kita upayakan aman,” tandasnya.

Dengan kepemimpinan baru ini, KONI Bali diharapkan mampu meningkatkan prestasi olahraga daerah dan mengharumkan nama Bali di tingkat nasional maupun internasional. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN