
SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebuah video siaran langsung di TikTok yang menampilkan aksi tak senonoh oleh sesama laki-laki saat momen hari raya Nyepi dilakukan di Kabupaten Buleleng. Peristiwa ini menuai kecaman publik karena dinilai mencederai kesakralan hari suci umat Hindu.
Dalam video yang beredar, terlihat dua pria melakukan siaran langsung dari akun berbeda. Salah satu diantaranya diduga mempertontonkan alat kelamin saat live berlangsung.
Seorang influencer, Gede Ary Ulangun menyayangkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa terlepas dari momen hari raya, tindakan asusila di ruang publik digital tidak dapat dibenarkan.
“Terlepas dari hari raya atau tidak, adegan tak senonoh apalagi aktivitas seksual itu tidak benar. Ada aturan terkait media sosial dan pornografi agar tidak menjadi kebiasaan, apalagi dilakukan secara live,” ujarnya, Minggu (22/3).
Ia juga menyoroti bahwa aksi tersebut semakin tidak pantas karena dilakukan saat Nyepi, ketika umat Hindu tengah menjalankan tapa brata penyepian. Menurutnya, tindakan tegas perlu dilakukan agar memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang.
“Kalau dibiarkan, akan banyak yang meniru hanya demi viewer. Harus ada tindakan tegas dari aparat agar tidak dicontoh generasi berikutnya,” tambahnya.
Pihak kepolisian pun bergerak cepat menindaklanjuti kasus ini. Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz membenarkan bahwa kasus tersebut telah ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim). Bahkan, satu terduga pelaku berinisial A telah dipanggil untuk dimintai keterangan. “Sudah ditangani Satreskrim,” ujarnya singkat.
Saat ini, polisi masih mendalami motif di balik aksi kedua pria tersebut sekaligus menelusuri identitas pelaku lainnya. “Kami masih mendalami motif mereka melakukan live itu. Perkembangannya nanti akan kami sampaikan,” pungkasnya. (Yudha/balipost)










