
SINGARAJA, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster meninjau langsung masyarakat terdampak bencana di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Minggu (15/3). Dalam kunjungan tersebut, Koster meminta agar seluruh warga terdampak benar-benar didata secara lengkap sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat.
Saat bertatap muka dengan masyarakat di Balai Desa Banjar, Koster terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa berkunjung. Ia menjelaskan sejak awal telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali untuk berada di lokasi kejadian guna melakukan pendataan terhadap seluruh warga yang terdampak, termasuk korban jiwa, kerusakan rumah hingga infrastruktur.
“Kami sudah menugaskan BPBD Provinsi untuk selalu berada di lokasi melakukan pendataan. Wakil Gubernur juga sudah sempat datang ke sini. Dukungan bantuan juga sudah mulai disalurkan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, pemerintah telah menyalurkan santunan bagi korban jiwa. Salah satunya diberikan kepada keluarga korban atas nama Kadek Witana sebesar Rp14 juta untuk masing-masing ahli waris, yakni seorang ibu dan dua anaknya.
Selain santunan korban jiwa, Pemprov Bali juga menyalurkan bantuan perbaikan rumah bagi warga yang mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat. Nilai bantuan bervariasi mulai Rp5 juta hingga Rp30 juta dengan total 31 penerima.
Bantuan juga diberikan kepada warga yang mengalami kerugian pada sektor usaha ternak. Pemprov Bali menyalurkan bantuan sebesar Rp7,5 juta untuk masing-masing peternak yang terdampak, baik ternak kambing maupun ayam. Tidak hanya bantuan bagi masyarakat, pemerintah juga mengalokasikan bantuan perbaikan fasilitas umum, khususnya instalasi air bersih di sejumlah desa. Di antaranya Desa Tirtasari, Kecamatan Busungbiu sebesar Rp200 juta, Desa Dencarik, Rp25 juta, Desa Cempaga Rp55 juta, Desa Kayuputih Rp184 juta, Desa Gobleg Rp36 juta, Desa Tampekan Rp53 juta, Desa Sidatapa Rp53 juta, Desa Banjar Tegeha Rp62 juta, Desa Banyuseri Rp7,8 juta, Desa Banjar Rp28 juta, Desa Banyuatis Rp24 juta serta Desa Munduk Rp5,9 juta. Total bantuan untuk perbaikan instalasi air mencapai sekitar Rp726 juta.
Selain itu, bantuan juga diberikan untuk perbaikan tempat suci yang mengalami kerusakan akibat bencana. Diantaranya untuk perbaikan Pura Taman Kupit sebesar Rp25 juta dan Pura Sedahan Pangkung Rp17 juta.
Koster menegaskan, pendataan korban dan kerusakan harus dituntaskan agar tidak ada warga terdampak yang terlewatkan. Ia juga menyebut bantuan yang disalurkan saat ini merupakan tahap pertama dan masih dimungkinkan adanya bantuan susulan setelah pendataan selesai dilakukan.
“Kalau masih ada yang belum terdata, saya minta segera dituntaskan. Jangan sampai ada warga yang tertinggal untuk mendapatkan bantuan,” tegasnya.
Koster mengaku turut prihatin atas bencana yang terjadi di wilayah tersebut. Ia menilai kejadian ini menjadi peristiwa yang cukup berat karena menimbulkan korban jiwa.
Meski demikian, ia mengajak masyarakat untuk tetap sabar dan tidak larut dalam kesedihan. Menurutnya, bencana alam harus dihadapi dengan sikap optimistis sembari bersama-sama melakukan upaya penanganan dan pemulihan.
“Namanya bencana harus diterima dengan kesabaran. Jangan sampai larut karena bencana. Kita harus tetap optimis menghadapi keadaan ini,” katanya.
Ke depan, Pemprov Bali juga akan melakukan penghitungan potensi bencana di wilayah tersebut agar langkah antisipasi dapat dilakukan sehingga kejadian serupa tidak terus berulang. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan BPBD untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan secara menyeluruh. (Yuda/balipost)










