
BANGLI, BALIPOST.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangli mencatat sebanyak 170 kejadian bencana alam dan non-alam terjadi sepanjang tahun 2025. Rentetan peristiwa yang terjadi sejak 1 Januari hingga 31 Desember tersebut mengakibatkan kerugian fisik bangunan mencapai miliaran rupiah.
Berdasarkan data yang dirilis BPBD dan Damkar Kabupaten Bangli, dari total 170 kejadian tersebut, angin kencang dan pohon tumbang menjadi jenis bencana yang paling banyak melanda yakni sebanyak 104 kali kejadian. Selain itu, tercatat juga 43 kejadian tanah longsor, 13 kasus kebakaran pemukiman, 5 kejadian orang terjebak (kondisi membahayakan), 3 kejadian banjir dan banjir bandang, 2 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dan 3 kejadian kebakaran terdiri dari fasilitas rumah ibadah, kandang ayam dan warung.
Secara total, rentetan bencana tersebut mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 1 orang luka ringan. Estimasi kerugian atas kerusakan fisik bangunan mencapai Rp10,3 miliar.
Sementara itu, secara kewilayahan, Kecamatan Kintamani menjadi daerah yang paling terdampak dengan total 83 kejadian, diikuti oleh Kecamatan Bangli sebanyak 43 kejadian, Susut 32 kejadian, dan Tembuku 12 kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD-Damkar Bangli, I Wayan Wardana mengatakan, data tersebut hanya memuat taksiran atas nilai kerusakan fisik bangunan belum dalam hitungan nilai total kerugian. “Data ini bersifat dinamis dan dibuat mengacu pada penanganan langsung oleh TRC BPBD, serta berdasarkan laporan/informasi tertulis yang masuk ke BPBD-Damkar,” terangnya, Jumat (2/1).
Dikatakan bahwa terhadap kerusakan pada fasilitas pribadi dan masyarakat akan difasilitasi berupa bantuan keuangan provinsi sesuai Pergub Bali 37 Tahun 2023. Sementara, untuk kerusakan yang terdampak pada sektor perumahan diberikan bantuan paket sandang dan pangan dari Dinsos Bangli, BPBD-Damkar Bangli, PMI Kabupaten Bangli, dan Dinas PKP melalui bantuan cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD). (Dayu Swasrina/balipost)










