
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Bupati Klungkung, I Made Satria memberikan lima instruksi strategis kepada jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Klungkung dalam menghadapi tantangan fluktuasi harga jelang hari raya Nyepi dan Idul Fitri. Instruksi itu disampaikan pada penutupan High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim TPID Kabupaten Klungkung, Kamis (12/3).
Instruksi pertama adalah optimalisasi pasar murah. Dalam hal ini, TPID diminta aktif menyelenggarakan operasi pasar murah secara rutin, khususnya menjelang hari raya agar harga kebutuhan pokok tetap terjangkau oleh masyarakat.
Kedua, terkait kemitraan dengan sektor swasta. Bupati Satria mendorong agar pasar murah tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga menggandeng bank swasta, pengusaha dan distributor lokal demi dampak stabilisasi yang maksimal.
Ketiga, pengawasan stok dan distribusi agar diintensifkan. Pengendalian inflasi bukan sekadar menjual barang murah, melainkan juga melakukan monitoring stok secara berkala dan memastikan kelancaran distribusi ke wilayah terpencil, terutama Nusa Penida, untuk menekan disparitas harga.
Keempat, perencanaan terstruktur. TPID diinstruksikan menyusun rencana jadwal pemantauan harga dan distribusi guna mengantisipasi fluktuasi musiman secara lebih terukur. Kelima, memperkuat kerja sama dengan daerah penghasil pangan untuk menjamin ketersediaan pasokan lokal dan mengurangi ketergantungan distribusi dari luar daerah.
Ditambahkannya, melalui HLM ini, diharapkan muncul rekomendasi kebijakan strategis yang mampu menekan ketimpangan harga sehingga ketahanan pangan merata di seluruh wilayah Kabupaten Klungkung.
“Tantangan kita bukan hanya faktor pasar global, tapi juga geografis. Biaya transportasi menuju kepulauan Nusa Penida adalah atensi serius agar tidak terjadi perbedaan harga yang mencolok dengan Klungkung daratan,” tegas Bupati Satria. (Agung Yuliantara/denpost)










