
SINGASANA, BALIPOST.com – Takjil yang dijual pedagang di kawasan Masjid Agung Tabanan dipastikan aman dikonsumsi. Hal ini setelah Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar melakukan pengujian terhadap 24 sampel makanan dan minuman, pada Rabu (11/3).
Hasilnya, seluruh sampel takjil yang diperiksa dinyatakan negatif mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, maupun pewarna tekstil rodhamin B. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBPOM di Denpasar, Made Ery Bahari Hantana mengatakan, sampel yang diuji berasal dari berbagai jenis takjil yang dijual pedagang di sekitar Masjid Agung Tabanan, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan.
“Jenis sampel yang diuji mulai dari minuman, gulali, kue basah, bakso, kerupuk hingga lauk pauk. Seluruhnya kami tes menggunakan alat khusus dan hasilnya bisa diketahui dalam waktu sekitar 5 menit,” ujarnya.
Ia mengapresiasi para pedagang yang dinilai tetap menjaga keamanan makanan yang dijual kepada masyarakat, terutama selama bulan Ramadan ketika permintaan takjil meningkat. Menurutnya, kegiatan pengawasan ini rutin dilakukan setiap Ramadan untuk memastikan makanan yang beredar tetap aman dikonsumsi masyarakat saat berbuka puasa.
Selain melakukan pengujian, petugas BBPOM juga memberikan edukasi kepada pedagang maupun pembeli agar menghindari penggunaan bahan berbahaya dalam makanan. “Meskipun edukasi terus dilakukan, pengujian tetap penting karena potensi beredarnya makanan dengan kandungan bahan berbahaya selalu ada,” tegasnya.
Ery menambahkan, jika suatu saat ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya, pihaknya akan langsung melarang penjualannya. Jika produk tersebut berasal dari pemasok lain, BBPOM juga akan menelusuri sumbernya untuk mencegah peredarannya lebih luas. (Puspawati balipost)










