Polisi mendatangi TKP penemuan potongan tubuh yang diduga merupakan korban mutilasi. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Personel Ditreskrimum Polda Bali terus mendalami penyelidikan penemuan potongan jasad korban mutilasi di seputaran Pantai Ketewel, Gianyar. Namun, tes DNA terhadap potongan tubuh korban mengalami kendala karena sebagian besar jaringan tubuh telah rusak.

Oleh karena itu, enam sampel tulang korban dikirim ke Puslabfor Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/3).

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy, Rabu (4/3), mengatakan, sampel tulang dikirim ke Puslabfor Mabes Polri karena peralatan di sana lebih lengkap dan canggih. Oleh karena itu, diharapkan pemeriksaan melalui jaringan tulang dapat membantu mengungkap identitas korban.

Baca juga:  IAEA Monitor Pembuangan Air Limbah Radioaktif dari PLTN Fukushima

“Saat ditemukan, jaringan tubuh korban sudah rusak. Alternatifnya menggunakan jaringan tulang dan tunggu saja hasil tes DNA tersebut beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Kombes Ariasandy menjelaskan, hasil tes DNA enam sampel tulang tersebut sangat penting untuk kepentingan penyelidikan kasus penculikan warga negara Ukraina berinisial IK (28) yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Di sisi lain, hasil tes DNA darah yang ditemukan di vila dan mobil yang disewa para pelaku identik dengan ibu korban. “Namun kami belum berani mengaitkan kasus tersebut (penculikan) dengan temuan potongan jasad ditemukan di Gianyar itu. Kami masih menunggu hasil tes DNA korban mutilasi,” tegasnya.

Baca juga:  Ratusan Jenis Barang Ilegal Dimusnahkan

Seperti diberitakan sebelumnya, upaya pelacakan komplotan penculikan warga negara Ukraina berinisial IK terus dilakukan Polda Bali. Ditreskrimum Polda Bali bahkan meminta bantuan Interpol guna memburu enam terduga pelaku penculikan yang masing-masing berinisial RM, BK, AS, Vn, SM, dan DH. Namun hingga saat ini keberadaan para pelaku masih misterius.

Sementara, identitas korban mutilasi yang jasadnya ditemukan di muara Sungai Wos, Desa Ketewel, Gianyar, belum terungkap. Hingga saat ini Polda Bali masih menunggu hasil autopsi dan tes DNA. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Lahan Pertanian di Gerokgak Rawan Kekeringan
BAGIKAN