Dua mobil, sepeda motor dan barang bukti lain terkait kasus penculikan serta mutilasi Ihor Komarov. (BP/rah)

DENPASAR, BALIPOST.com – Perburuan terhadap komplotan pelaku mutilasi berinisial NP (29) dan SM (39) warga Rusia, DH (34), VN (42) dan RM (28) warga negara Ukraina, serta VA (28) warga negara Kazakhstan, sedang dilakukan Interpol. Beberapa pelaku terakhir terendus di Bulgaria dan mereka melarikan diri dengan cara berpencar.

“Masih dalam pengejaran. Kami sudah ke Kuala Lumpur tapi yang bersangkutan sudah kabur,” ujar Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Pol. Dr. Untung Widyatmoko, Selasa (31/3).

Baca juga:  Kembali Laporkan Korban Jiwa COVID-19, Ini Riciannya

Menurutnya NCB Interpol Indonesia melakukan koordinasi erat, pertukaran informasi intelijen, termasuk terhadap beberapa pelaku kejahatan yang beraksi di Bali.

Sementara Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menjelaskan sistem pengamanan dan pengawasan pintu masuk wilayah Bali berjalan sangat efektif,  terintegrasi dan responsif terhadap ancaman pelaku-pelaku kesehatan lintas negara.

“Saya ingin menyampaikan bahwa kami menjamin keamanan di Bali. Setiap mereka bersembunyi di manapun berada wilayah Bali, pasti kami amankan. Kalaupun nanti  ada di luar negeri, kami akan  kerja sama dengan NCB Interpol. Termasuk negara-negara  yang tergabung di dalam Interpol,” ujarnya.

Baca juga:  Komisi X DPR Soroti Meninggalnya Mahasiswa Unud, Minta Dugaan Perundungan Diinvestigasi Menyeluruh

Termasuk  beberapa pelaku penculikan dan mutilasi sudah masuk red notice, sehingga Interpol semua negara akan mencarinya. “Kita tahu bahwa kejahatan ini tidak mengenal batas, namun kepolisian atau penegak hukum juga tidak pernah mengenal batas. Kami siap bantu mengungkap dan menemukan pelaku tersebut,” tegasnya.

Seperti diberitakan, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya merilis perkembangan penyidikan kasus penculikan dan mutilasi warga negara Ukraina, Ihor Komarov. Hasil penyelidikan dan penyidikan, korban dimutilasi diduga sebuah vila wilayah Gianyar. Hal ini dikuatkan dengan adanya saksi yang melihat para pelaku membawa bungkusan-bungkusan besar mondar-mandir di seputaran vila tersebut.

Baca juga:  KPK Minta Bantuan Interpol Kejar Ricky Ham Pegawak

Untuk para pelaku berinisial NP (29) dan SM (39) warga Rusia, DH (34), VN (42) dan RM (28) warga negara Ukraina, serta VA (28) warga negara Kazakhstan. Saat ini para pelaku jadi buronan Interpol. Sedangkan perlintasan dan posisi terakhir para pelaku sudah dideteksi oleh Interpol. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN