
DENPASAR, BALIPOST.com – SMP Negeri 3 Denpasar memutuskan tidak mengambil program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur Lebaran. Hal tersebut mempertimbangkan berbagai alasan, terutama siswa yang diharuskan mengambil MBG ke sekolah selama libur yang berlangsung 2 minggu.
Kepala SMPN 3 Denpasar, Nengah Sujani saat ditemui, Rabu (11/3), mengatakan, sebelumnya pihak sekolah mendapatkan tawaran apakah tetap akan mengambil MBG selama masa libur tersebut atau tidak. Setelah mempertimbangkan berbagai hal, terutama jika siswa harus datang ke sekolah hanya untuk mengambil makanan, hal itu dinilai akan merepotkan orang tua, terutama dari sisi transportasi.
Demikian pula dari sisi siswa, menurutnya, banyak yang tidak ingin mengambil MBG saat libur sekolah yang berlangsung cukup lama ini. “Saya sempat menanyakan langsung kepada anak-anak, apakah selama libur mereka ingin tetap mengambil MBG, ternyata mereka tidak menginginkannya,” ujar Sujani.
Berdasarkan hal tersebut, pihak sekolah kemudian membuat surat pernyataan resmi kepada pengelola program bahwa selama masa libur Ramadan tidak mengambil MBG. Masa tersebut berlaku mulai 16 hingga 29 Maret.
Selama ini, kata Sujani, pelaksanaan program MBG di sekolahnya berjalan lancar sejak mulai diterapkan pada Mei 2025. Tidak ada kendala baik dari sisi distribusi ataupun menu yang diberikan menurutnya tergolong baik.
Bahkan setelah dilakukan evaluasi terkait waktu pembagian makanan, distribusi juga telah dilakukan lebih pagi agar sesuai dengan waktu istirahat siswa. Sebelumnya, MBG datang sekitar pukul 12.00 WITA, sehingga sebagian siswa sudah makan terlebih dahulu.
Setelah dilakukan koordinasi dengan pihak dapur, waktu pengiriman dimajukan menjadi sekitar pukul 09.00 WITA dan dibagikan saat istirahat pertama pada pukul 09.30 WITA. “Dengan waktu yang dimajukan, makanan langsung dimakan oleh anak-anak dan biasanya habis,” kata Sujani.
Selain itu, untuk hari Sabtu jatah MBG dalam bentuk makanan kering dibagikan pada hari Jumat. Dengan demikian siswa tidak perlu datang ke sekolah pada hari Sabtu hanya untuk mengambil makanan.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gde Wiratama mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi dari seluruh SPPG di Kota Denpasar mengenai hal tersebut. (Widiastuti/bisnisbali)










