Pasien yang diduga keracunan MBG yang dirawat di Puskesmas Wera, Kabupaten Bima, pada Sabtu (4/4/2026) malam. (BP/Istimewa)

BIMA, BALIPOST.com – Sebanyak 28 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, dilarikan ke Puskesmas Wera sejak Sabtu (4/4 ), setelah mengalami muntah dan mencret usai menyantap paket MBG.

Data yang dihimpun di Puskesmas Wera hingga Minggu (5/4) pukul 15.23 WITA ada 28 orang menjalani perawatan. Mereka terdiri dari tiga balita, dua ibu hamil, dan 23 siswa dari sejumlah posyandu dan sekolah di wilayah tersebut.

Para penerima manfaat sebelumnya menyantap paket MBG yang berisi nasi, telur ceplok berbumbu, nugget, timun, kemangi, dan jeruk santang.

Korwil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bima, Bagus Naeni Santoso, mengatakan pihaknya masih menelusuri penyebab kejadian tersebut di lapangan. “Masih ditelusuri sama anggota di Wera,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu.

Ia mengungkapkan, sampel menu MBG telah diambil dan saat ini sedang diuji oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bima untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat.

Baca juga:  Berbulan-bulan, Insentif Tenaga Kesehatan Belum Cair

Nerdasarkan identifikasi awal internal SPPG, terdapat catatan terhadap salah satu jenis menu, yakni nugget homemade. Nugget tersebut diketahui tidak diproduksi langsung oleh SPPG.

“Berdasarkan identifikasi awal bahwa nugget homemade tidak diproduksi langsung oleh SPPG, namun dibeli oleh mitra ke suplier sebagai pihak kedua. KA (Kepala Satuan) SPPG sudah menyampaikan bahkan mengingatkan kepada mitra untuk tidak melakukan hal demikian, namun mitra tetap melakukannya,” jelasnya.

Ia menegaskan, saat penerimaan bahan baku telah dilakukan proses sortir oleh akuntan, ahli gizi, dan Kepala SPPG. Hasil sortir menunjukkan bahan baku dalam kondisi aman untuk diolah, kecuali bahan nugget homemade yang merupakan makanan siap diolah.

Baca juga:  NAM Air Terbangi Bima dan Tambolaka

“Pada penerimaan bahan baku telah dilakukan sortir oleh akuntan, ahli gizi, dan Ka SPPG dan dinyatakan bahan baku dalam keadaan aman untuk diolah, untuk bahan makanan siap diolah kecuali nugget homemade,” tambahnya.

Kasus ini melibatkan penerima manfaat dari beberapa titik layanan, yakni Posyandu Pantamanu Desa Tadewa, Posyandu Delima Desa Wora, serta sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Wera, di antaranya SD Negeri Tadewa, TK Pantamanu, SMP 8 Wera Satap, SD Negeri Wora, SDN Inpres Wora Dalam, dan SDN Inpres 2 Wora-Ntundu.

Dari hasil koordinasi dengan pihak Puskesmas Wera, hingga saat ini belum dapat dipastikan gangguan kesehatan yang dialami para pasien disebabkan oleh konsumsi paket MBG. “Pasien yang dirawat belum bisa dipastikan keracunan dikarenakan mengkonsumsi paket MBG karena masih menunggu hasil uji laboratorium,” jelasnya.

Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima memastikan  tim kesehatan telah turun langsung ke lokasi untuk mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Baca juga:  Dokter Kandungan Ditemukan Meninggal di Pantai Mengiat

Sekretaris Dikes Kabupaten Bima, Nurul Wahyuti, membenarkan bahwa pengambilan sampel telah dilakukan pada Minggu (5/4). “Iya betul, teman-teman hari ini turun ke Wera untuk mengambil sampel makanan tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sampel makanan yang diambil akan dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Bima untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Belum bisa dipastikan kapan hasilnya keluar, karena sampel makanan tersebut akan dibawa ke Labkesda Kota Bima untuk diperiksa. Semoga paling telat besok sudah keluar,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pengujian laboratorium oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bima masih berlangsung untuk memastikan sumber penyebab dugaan gangguan kesehatan tersebut. (kmb/suarantb)

BAGIKAN