Unit Metrologi Legal Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan saat melakukan uji tera ulang di salah satu SPBU. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Menjelang arus mudik Lebaran, sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di jalur utama Denpasar–Gilimanuk di Kabupaten Tabanan menjalani uji tera ulang. Hasilnya, delapan SPBU yang diperiksa dinyatakan memenuhi standar takaran bahan bakar dan tidak ditemukan kecurangan.

Uji tera ulang tersebut dilakukan oleh Unit Metrologi Legal Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan sebagai langkah pengawasan untuk memastikan konsumen menerima bahan bakar minyak (BBM) sesuai dengan takaran.

Baca juga:  Bupati Jembrana Panen Raya Benih Jagung Betras 7

Kabid Metrologi Legal Disperindag Tabanan, I Wayan Roby Megananta mengatakan, pengujian difokuskan pada SPBU yang berada di jalur mudik Denpasar–Gilimanuk serta sebagian ruas jalan Singaraja–Denpasar. Jalur tersebut dipilih karena menjadi lintasan utama pemudik yang biasanya mengalami peningkatan aktivitas pengisian BBM.

“Pada intinya, kegiatan ini untuk memastikan tidak ada kecurangan takaran sehingga BBM yang diterima konsumen benar-benar sesuai dengan yang dibayarkan,” ujarnya, Selasa (10/3).

Baca juga:  Solar Bersubsidi Langka, Antrean Kendaraan Mengular

Ia menjelaskan, dalam proses tera ulang petugas melakukan pengujian pada dua jenis nozel, yakni untuk BBM jenis Pertalite dan Pertamax. Pemeriksaan dilakukan dengan alat ukur standar untuk memastikan volume yang keluar dari dispenser sesuai ketentuan.
Dari hasil pemeriksaan terhadap delapan SPBU yang berada di jalur mudik tersebut, seluruhnya dinyatakan memenuhi standar metrologi dan tidak ditemukan penyimpangan takaran.

Roby menambahkan, tera ulang ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun, terutama menjelang momentum mudik Lebaran ketika mobilitas kendaraan meningkat signifikan. “Dari hasil pengujian sementara, seluruh SPBU yang diperiksa masih dalam batas toleransi yang diperbolehkan, sehingga aman bagi konsumen,” jelasnya. (Dewi Puspawati/balipost)

Baca juga:  Petani Keluhkan Susahnya Beli Solar
BAGIKAN