Salah satu karya Ogoh-ogoh yang akan dinilai di Kabupaten Jembrana. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Karya Ogoh-ogoh para peserta lomba tingkat Kabupaten Jembrana tahun 2026 mulai dinilai. Dari 19 peserta yang lolos seleksi kecamatan, sebanyak 15 karya terbaik resmi ditetapkan melaju ke babak final kabupaten setelah dinilai secara maraton selama dua hari, Sabtu (28/2) hingga Minggu (1/3).

Penilaian yang dilakukan langsung tim juri ke lapangan ini menerapkan sistem baru dibanding tahun sebelumnya. Seleksi tidak lagi berbasis kuota per kecamatan, melainkan menggunakan sistem peringkat nilai tertinggi secara keseluruhan. Sehingga persaingan berlangsung ketat dan tidak serta per kecamatan harus tiga. Diseleksi berdasarkan nilai tertinggi.

Ketua Pasikian Yowana Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana, I Putu Feri Priyandana, Senin (2/3) mengatakan sistem tersebut diterapkan murni untuk menjaring kualitas terbaik tanpa mempertimbangkan asal wilayah. Sehingga penilaian sepenuhnya berdasarkan kualitas karya, mulai dari anatomi, komposisi hingga kreativitas teknis masing-masing Sekaa Teruna-Teruni (STT).

Baca juga:  Dramatis, Spanyol Kalahkan Tuan Rumah

“Dari hasil penilaian, Kecamatan Negara dan Kecamatan Jembrana tampil dominan. Seluruh wakil dari kedua kecamatan itu, masing-masing lima ogoh-ogoh dan masuk 15 besar. Kecamatan Mendoyo menyusul dengan empat karya yang lolos dari lima perwakilan,” ujarnya.

Sedangkan peserta dari Kecamatan Melaya dipastikan tanpa wakil di babak final karena dua ogoh-ogoh yang dikirim belum memenuhi standar nilai juri. Kecamatan Pekutatan hanya mampu meloloskan satu dari dua karya yang dinilai.

Baca juga:  Ngaku Rugi Miliaran, Investor Pohon Jabon Lapor Polda

Feri menambahkan, hasil seleksi ini sepenuhnya merupakan keputusan objektif tim juri. Sistem ini, kata dia, memang dirancang untuk menemukan karya terbaik yang layak mewakili Jembrana di ajang selanjutnya.

Setelah penetapan 15 besar, seluruh finalis dijadwalkan tampil dalam parade Masikian Festival (Masikian Fest) pada 12 Maret mendatang. Panitia mengusulkan rute parade tetap melalui jalur protokol Jalan Jenderal Sudirman, melintasi Catus Pata Kabupaten dan berakhir di Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) yang menjadi pusat kegiatan festival. Namun demikian, kepastian rute masih menunggu hasil audiensi dengan Kapolres Jembrana terkait perizinan dan pengamanan. Mengingat saat itu jalur rute merupakan arus angkutan lebaran (Denpasar-Gilimanuk).

Baca juga:  Porprov Bali XVI 2025, Denpasar Mulai Dibayangi Badung di Puncak Klasemen Sementara

Sebelumnya, seleksi tingkat kabupaten menjaring 19 peserta terbaik dari total 76 pendaftar di seluruh kecamatan se-Jembrana. Setiap peserta yang masuk 15 besar akan memperoleh bantuan dana pementasan sebesar Rp 10 juta untuk tampil pada parade. Dari parade tersebut, tim juri akan kembali memilih lima pemenang terbaik dengan total hadiah yang disiapkan sebesar Rp 60 juta. Seluruh karya finalis juga akan dipamerkan secara kolektif dalam rangkaian Masikian Fest. (surya dharma/balipost)

 

BAGIKAN