Warga mengarak ogoh-ogoh dalam Bhandana Bhuhkala Festival di Puspem Badung, Sabtu (15/3/2025). (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Aktivitas pembuatan ogoh-ogoh mulai tampak di sejumlah desa adat di Kabupaten Badung menjelang Tawur Kesanga sebelum Hari Raya Nyepi Caka 1948. Sekaa Teruna dan Yowana terlihat mulai merancang hingga membangun ogoh-ogoh.

Namun, hingga pertengahan Januari bantuan dana kreativitas yang rutin diberikan pemerintah daerah belum juga cair.

Pemerintah Kabupaten Badung sebelumnya telah menjanjikan bantuan dana kreativitas ogoh-ogoh tahun 2026 sebesar Rp 40 juta untuk setiap Sekaa Teruna dan Yowana.

Nilai tersebut mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 25 juta, atau naik sekitar 60 persen. Kenaikan ini diharapkan mampu memperkuat ruang ekspresi dan kreativitas generasi muda Badung.

Baca juga:  Kasus Reklamasi Pantai Melasti, Pihak Penguruk Mangkir dari Panggilan Polda

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha, memastikan bantuan dana tersebut akan segera dicairkan. Ia menegaskan, kebijakan kenaikan dana kreativitas merupakan keputusan langsung pimpinan daerah.

“Bantuan dana kreativitas ogoh-ogoh akan cair pada Februari mendatang dengan besaran Rp 40 juta,” ungkap Eka Sudarwitha pada Senin (12/1).

Dengan bantuan tersebut, pihaknya berharap Sekaa Teruna dan Yowana dapat menggarap ogoh-ogoh secara maksimal, tidak hanya dari sisi visual, tetapi juga sebagai media menampilkan imajinasi dan kreativitas generasi muda. Menurut Sudarwitha, bantuan dana tidak semata difokuskan pada pembangunan fisik ogoh-ogoh, tetapi juga mendukung pementasan secara utuh.

Baca juga:  Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Lombok, Bupati Suwirta Harap Bencana Serupa Tak Terulang

Pada Festival Lomba Ogoh-Ogoh Bhandana Bhuhkala 2026, sebanyak 21 ogoh-ogoh dari tujuh zona direncanakan tampil di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung.

Kenaikan anggaran ini juga diharapkan mampu menjawab persoalan klasik terkait keterbatasan dana yang kerap dihadapi peserta lomba. “Jadi kami berharap agar tidak ada lagi terkendala dana. Walaupun mungkin di beberapa wilayah, justru dana yang dihabiskan jauh lebih besar dari bantuan yang berikan. Namun secara umum diharapkan untuk mencukupi, mawadahi, dan memberikan ruang bagi sekaa teruna dan yowana untuk berkreativitas,” terangnya.

Baca juga:  Pemkab Badung MoU dengan BI, Kembangkan Klaster Ayam Pedaging

Sementara itu, pelaksanaan Lomba Ogoh-Ogoh Kabupaten Badung tetap mengacu pada kriteria tahun 2025 dengan sejumlah penyempurnaan. Pemerintah menekankan penggunaan bahan ramah lingkungan serta keterlibatan undagi lokal asal Badung dalam proses penciptaan.

“Utamanya juga terkait dengan kedisiplinan peserta, agar betul-betul pembuatan ogoh ogoh dibuat oleh Sekaa Teruna dan Yowana, kemudian arsitek atau undaginya adalah dari Kabupaten Badung. Dengan demikian, dapat bermakna dan menjadi ruang kreatif bagi generasi muda,” katanya.(Parwata/balipost)

BAGIKAN