
MANGUPURA, BALIPOST.com – Penilaian ogoh-ogoh di Kabupaten Badung resmi tuntas dilaksanakan. Dari total 597 ogoh-ogoh yang menerima bantuan dana kreativitas, sebanyak 425 karya telah dinyatakan clear atau selesai 100 persen, termasuk sinopsis dan kelengkapan administrasi lainnya. Sisanya kini tinggal melengkapi asesoris dan tapel sebelum hari pementasan.
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gede Eka Sudarwitha mengatakan, terjadi peningkatan signifikan dibanding tahun lalu. Jika pada tahun sebelumnya hanya sekitar 300 ogoh-ogoh yang dinyatakan clear dari total 597 karya, tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 425 buah. “Artinya, progres pengerjaan ogoh-ogoh di Badung semakin matang dan terencana,” ungkap Sudarwitha pada Senin (23/2).
Menurutnya, proses penilaian berjalan sesuai rencana. Meski demikian, tim juri masih menemukan sejumlah ogoh-ogoh yang belum sepenuhnya rampung dikerjakan.
“Sekaa teruna dan yowana dinilai secara bersamaan dengan dibagi ke dalam 7 zona dan 7 tim juri. Jadi masing-masing tim juri itu akan mendapatkan sasaran untuk dinilai sekitar 55 hingga 60 ogoh-ogoh dari 597 penerima bantuan dana kreativitas,” katanya.
Penilaian dilaksanakan selama tiga hari, mulai Rabu (18/2) hingga Jumat (20/2), mencakup ratusan kelompok pemuda di seluruh wilayah Kabupaten Badung. Pembagian 7 zona dinilai efektif mempercepat proses sekaligus menjaga objektivitas.
Ia menambahkan, ogoh-ogoh yang belum rampung tetap masuk dalam proses penilaian. “Yang belum jadi juga turut dinilai karena memang tujuan dari penilaian adalah salah satunya adalah untuk memantau kesiapan sekaa teruna dan yowana sehingga menjadi bahan evaluasi bagi kami di Dinas Kebudayaan seperti apa nanti untuk upaya-upaya komunikasi dan pembinaan di masa mendatang,” jelasnya.
Penilaian tidak semata-mata fokus pada penggunaan dana kreativitas, tetapi juga menentukan juara dan memetakan inovasi yang muncul. “Peserta akan dinilai meski pada saat itu belum jadi. Sebab, ada rentan nilai seperti satyam 5-30, kemudian siwam 5-20, dan sundaram atau estetika 5-50 rentang nilainya. Nah itu (ogoh-ogoh yang belum rampung) akan masuk di sana,” tegasnya.
Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Badung menggandakan dana kreativitas ogoh-ogoh dari Rp20 juta menjadi Rp40 juta per ogoh-ogoh. Kebijakan tersebut dinilai mendorong peningkatan kualitas karya. Disbud juga aktif melakukan pembinaan, baik secara langsung maupun melalui media sosial, termasuk mendorong penggunaan arsitek lokal untuk memperkuat kreativitas di tingkat desa.
Dikatakan, dengan sisa waktu sekitar 10 hari, para sekaa teruna dan yowana terus berpacu menyempurnakan karya mereka. “Masih ada waktu 10 hari kurang lebih untuk menyelesaikan, jadi mereka itu sudah sangat mengejar, ada yang begadang sampai pagi,” pungkasnya. (Parwata/balipost)










