Wimbakara sketsa dan tapel ogoh-ogoh dalam rangkaian HUT Kota Gianyar di Balai Budaya Gianyar, Rabu (8/4).(BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Dalam upaya menjaga keberlanjutan regenerasi seni, Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar bekerja sama dengan Yowana Gianyar menyelenggarakan wimbakara (lomba) sketsa ogoh-ogoh dan tapel. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Pekan Budaya Gianyar I ini berlangsung di Balai Budaya Gianyar pada Rabu (8/4).

Ajang ini bukan sekadar kompetisi rutin, melainkan dirancang sebagai ruang pembibitan bagi seniman muda lokal. Sebanyak 50 peserta, yang terdiri dari perorangan hingga perwakilan sekaa teruna, menampilkan karya-karya dengan detail anatomi yang kuat serta karakter visual yang menonjolkan ciri khas seni Gianyar.

Baca juga:  Gubernur Koster Suarakan Pemanfaatan Bali Mandiri Energi Bersih

Ketua Panitia, I Putu Ramartha Oka Sukarsa, menjelaskan bahwa fokus utama wimbakara ini adalah mencetak kreator baru yang mampu mempertahankan identitas visual daerah.

“Ini bukan hanya lomba, tapi proses melahirkan kreator baru. Gianyar sudah punya style ogoh-ogoh yang khas, dan itu harus dijaga serta dikembangkan oleh generasi muda,” tegas Oka Sukarsa di sela-sela kegiatan.

Karya-karya yang dipamerkan menunjukkan keragaman ekspresi, mulai dari nuansa mistis, garang, hingga satir. Penilaian dilakukan secara ketat oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi seni kawakan, yakni Mang Egik, Gus Aji Ceng, dan Gus Kokax. Kriteria penilaian menitikberatkan pada aspek kreativitas, karakter tapel, serta kekuatan visual secara keseluruhan.

Baca juga:  Hilangkan Kesan Seram, Ini Harapan Polresta saat Pengerupukan

Dari puluhan peserta tersebut, nantinya akan dipilih 10 karya terbaik yang mendapatkan kehormatan untuk tampil pada puncak perayaan HUT Kota Gianyar.

Bagi masyarakat yang ingin mengapresiasi kreativitas para yowana ini, seluruh karya masih dipamerkan di panggung Balai Budaya Gianyar hingga Kamis (9/4). Pameran ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus suntikan motivasi bagi para seniman muda untuk terus berinovasi dalam seni ogoh-ogoh yang semakin artistik dan detail. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Matangkan Perencanaan Kasanga Fest 2026, Panitia Antisipasi Hujan dan Lapangan Becek
BAGIKAN