Suasana penumpang perdana Bandara I Gusti Ngurah Rai pasca-Hari Raya Nyepi dan saat arus mudik, Badung, Bali, Minggu (30/3/2025) (BP/Ant)

DENPASAR, BALIPOST.com – Arus mudik Idulfitri 2026 diperkirakan lebih awal dari biasanya karena terdapat Hari Raya Nyepi. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Kadek Mudarta, Jumat (27/2).

Dikutip dari Kantor Berita Antara, ia mengatakan pola pergerakan diperkirakan akan mengalami pergeseran, yaitu arus mudik atau keluar Bali berpotensi meningkat lebih awal, khususnya tanggal 14-16 Maret 2026.

Hal itu, kata Mudarta, karena terdapat Hari Raya Nyepi pada tanggal 19 Maret. Bahkan, Dishub Bali memproyeksikan penumpukan arus mudik terjadi mendekati Hari Pengerupukan atau pawai ogoh-ogoh sehari sebelum Nyepi, yaitu 17 Maret 2026.

“Beberapa potensi permasalahan yang perlu diantisipasi antara lain kemungkinan penumpukan kendaraan sebelum tanggal 18 Maret 2026, kepadatan pada kawasan wisata, keberadaan angkutan tidak berizin seperti travel gelap dan terminal bayangan, kendaraan tidak laik jalan, potensi cuaca ekstrem, serta peningkatan penggunaan sepeda motor,” ujarnya.

Baca juga:  Perkembangan COVID-19 Memburuk! Zona Merah di Bali Bertambah

Untuk itu, langkah antisipasi yang diambil Dishub Bali lebih awal adalah memperkuat kegiatan ramp check, penertiban angkutan tidak berizin, serta pengawasan pada simpul-simpul transportasi utama guna memastikan keselamatan dan kelancaran operasional angkutan.

Mudarta menyampaikan pengendalian lalu lintas juga dilakukan melalui optimalisasi pemantauan lalu lintas berbasis Area Traffic Control System (ATCS), pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas pada ruas-ruas strategis, serta penyelenggaraan Posko Terpadu Angkutan Lebaran yang dilaksanakan mulai tanggal 13 Maret 2026 sampai dengan 30 Maret 2026.

Antisipasi arus mudik tahun ini disusun terpadu lebih awal untuk memastikan transportasi berlangsung aman, tertib, dan lancar, mengingat tahun ini Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berdekatan.

Baca juga:  Potensi Hujan Level Siaga-Angin Kencang, Cek Prakiraan Cuaca Bali 2 Februari 2026

“Khusus 2026, Idul Fitri berdekatan dengan rangkaian Hari Raya Nyepi, kondisi tersebut memerlukan pengaturan lalu lintas dan manajemen mobilitas yang tepat serta koordinasi pengamanan wilayah secara intensif,” ujar Mudarta.

Secara total, Dishub Bali memproyeksikan pergerakan keluar masuk Bali pada masa angkutan Lebaran sekitar 2,6-2,65 juta orang, ini berdasarkan tren kenaikan pergerakan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir yang berada pada kisaran 5–6 persen per tahun.

Jika arus mudik diperkirakan mulai meningkat pada 14 Maret, Mudarta melihat arus balik masuk Bali diperkirakan meningkat kembali setelah Idul Fitri terutama pada H+2 hingga H+3.

Selama periode tersebut titik yang akan menjadi fokus utama pengamanan dan pengendalian meliputi Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu utama pergerakan darat dari Pulau Jawa, Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai simpul utama transportasi udara, ruas Denpasar–Gilimanuk sebagai jalur strategis nasional, dan ruas Nusa Dua–Denpasar yang menghubungkan kawasan wisata dan bandara.

Baca juga:  Sasar Turis, Waria Pencopet Diringkus

Dishub Bali juga memasukkan kawasan wisata di wilayah Badung dan Gianyar sebagai fokus pengamanan sebab berpotensi mengalami peningkatan kepadatan.

Selain itu, diberlakukan kebijakan nasional sesuai Keputusan Bersama 3 Menteri tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2026.

Yaitu, pemberlakuan pembatasan operasional kendaraan barang pada ruas Denpasar–Gilimanuk dan Nusa Dua–Denpasar.

“Pembatasan operasional angkutan barang tidak berlaku bagi mobil barang pengangkut bahan bakar minyak, hewan ternak, pupuk, bantuan korban bencana alam dan barang pokok,” kata dia. (kmb/balipost)

BAGIKAN