Tim BPBD Bali berjibaku menyedot genangan air di halaman SDN 10 Sanur dan taman kanak-kanak di Jalan Sekuta, Sanur, Jumat (27/2). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Hujan yang mengguyur wilayah Bali dalam 12 jam terakhir, Kamis (26/2) hingga Jumat (27/2) pukul 18.00 hingga 06.00 WITA, memicu sejumlah kejadian kebencanaan di beberapa kabupaten/kota. Meski seluruh peristiwa dilaporkan sudah tertangani dan nihil korban jiwa, dampak kerusakan dan genangan air masih membutuhkan penanganan lanjutan.

Berdasarkan laporan situasi kebencanaan, cuaca berawan terjadi di Buleleng, Tabanan, Karangasem, Bangli, Klungkung, Gianyar, dan Jembrana. Sementara hujan turun di Badung dan Denpasar.

Di Buleleng, pohon tumbang terjadi di Desa Kubu Tambahan, Kecamatan Kubu Tambahan. Peristiwa ini telah ditangani petugas tanpa menimbulkan korban.

Di Badung, hujan memicu sejumlah kerusakan di wilayah Kecamatan Abiansemal dan Kuta. Senderan jebol dan tembok penyengker roboh dilaporkan di Desa Sibang Kaja. Atap rumah jebol terjadi di Banjar Pengembungan, Desa Bongkasa. Tanah longsor juga dilaporkan di Banjar Lambing, Desa Sibang Kaja.

Baca juga:  Bupati Giri Prasta Realisasikan Pembangunan 2.000 Rumah Sehat Layak Huni, Buleleng Perdana Dapat 450 Unit

Selain itu, senderan jebol terjadi di Pura Dalem Segara Desa Adat Kelan, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta. Sementara bangunan roboh dilaporkan di Pura Dalem Segara, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan. Seluruh kejadian telah ditangani dan dipastikan tidak ada korban jiwa.

Di Klungkung, pohon tumbang terjadi di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan dan sudah mendapat penanganan.

BPBD Bali juga melanjutkan operasi penyedotan genangan air akibat banjir yang terjadi sejak 24 Februari lalu.

Di Denpasar, dua titik penyedotan masih berlangsung di Jalan Danau Poso No. 57 dan Jalan Danau Tamblingan No. 75A.

Baca juga:  Petani Beralih ke Pertanian Organik, Manfaatkan Pupuk Kompos dari TOSS

Sementara di Badung, lima titik banjir masih dalam proses penanganan, meliputi rumah penduduk di wilayah Kuta, Tuban, dan Kelan, serta di Jalan Sri Rejeki Legian dan Jalan Samudra samping Lippo Mall.

Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Teja, menyampaikan bahwa kebutuhan logistik masyarakat terdampak juga menjadi perhatian.

“Di Pemogan dilaporkan masyarakat membutuhkan logistik. Distribusi logistik dari Gubernur Bali sudah dilakukan di Perumahan Kepaon Indah, Pemogan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/2).

Sebanyak 100 paket makanan, 50 paket kebersihan, dan 50 paket family telah disalurkan. Meski air sudah surut, banyak peralatan rumah tangga warga terendam dan membutuhkan dukungan lanjutan.

BPBD Bali juga bergerak ke SDN 10 Sanur dan sebuah taman kanak-kanak di Jalan Sekuta, Sanur. “Hingga pagi tadi, air belum sepenuhnya surut sehingga masih diperlukan penyedotan,” ungkapnya.

Baca juga:  Pertama Kali di Bali, Dewa Budjana akan Tampilkan "Zentuary"

Kondisi sekolah yang lebih rendah dari badan jalan serta tidak memiliki drainase pembuangan air menyebabkan genangan bertahan lebih lama. Akibatnya, murid masih diliburkan. “Hari ini dilakukan penyedotan agar besok anak-anak bisa kembali sekolah normal,” tambahnya.

BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan untuk wilayah Badung, Denpasar, Bangli, Buleleng, Gianyar, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan. Peringatan dini angin kencang juga berlaku untuk Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar, dan Klungkung.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan disertai angin kencang yang dapat memicu pohon tumbang, longsor, maupun genangan air, terutama di wilayah rawan. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN