Rapat Koordinasi Komisi 3 DPRD Kabupaten Gianyar bersama BPKAD serta Dinas Perhubungan guna mengambil langkah progresif dalam mengoptimalkan PAD. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Komisi III DPRD Kabupaten Gianyar mengambil langkah progresif dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui rapat koordinasi bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Dinas Perhubungan, Komisi III menekankan pentingnya modernisasi sistem demi menjamin transparansi dan keadilan bagi masyarakat.

Rapat telah berlangsung di lobi utama kompleks gedung DPRD Gianyar tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Gianyar, I Ketut Astawa Suyasa bersama Ketua Komisi III, I Wayan Ekayana, didampingi Sekretaris Komisi III DPRD Gianyar, Ni Nyoman Etty Yuliastuti.

Baca juga:  Optimalkan PAD dari Sektor Pajak, Tabanan Hapus Denda Ini

Ketua Komisi III, Ekayana, Rabu (25/2) menyampaikan  tujuan utama pertemuan tersebut adalah merumuskan langkah konkret untuk mencapai target PAD yang relevan dengan perkembangan zaman. Fokus utama tertuju pada pengelolaan pajak parkir dan retribusi daerah lainnya agar lebih akuntabel.
“Semua strategi harus diimplementasikan dengan prinsip keadilan dan transparansi. Tujuannya agar manfaat PAD dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kabupaten Gianyar,” tegas  Wayan Ekayana.

Komisj III DPRD Gianyar menyepakati enam pilar utama yang akan menjadi motor penggerak optimalisasi pendapatan daerah meliputi penerapan pembayaran non-tunai dan sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) untuk meminimalkan kebocoran pendapatan. Penetapan tarif yang lebih adil berdasarkan zona (wisata, perkantoran, atau perdagangan) dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Baca juga:  Tanpa Dana Mandiri, Bali Terus Dieksploitasi oleh Kebijakan Pusat

Komisi III mendorong pembentukan tim gabungan untuk supervisi berkala dan penyuluhan kepada pelaku usaha terkait kewajiban pajak. Pembangunan area parkir otomatis yang terintegrasi dengan transportasi umum dan berwawasan lingkungan.

Ekayana memaparkan Komisi III juga mendorong penggunaan Sistem Informasi Geografis untuk memetakan titik potensi pendapatan secara presisi. Pelatihan bagi petugas lapangan agar cakap dalam mengoperasikan teknologi pengelolaan keuangan daerah yang baru.

Baca juga:  Gali PAD, Obyek Wisata Putung akan Ditata

Sementara Astawa Suyasa, menambahkan modernisasi perangkat bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak. “Modernisasi adalah kunci untuk memastikan akurasi data dan akuntabilitas pendapatan daerah kita di tengah perubahan zaman,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan mampu menutup celah kehilangan potensi pendapatan sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi warga dan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Gianyar. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN