Suasana salah satu agen penjualan tiket di wilayah Kabupaten Tabanan. (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Tiket bus antarkota antarprovinsi (AKAP) untuk arus mudik Lebaran mulai laris manis bahkan sejak sepekan jelang puasa. Lonjakan pemesanan tersebut berdampak pada kenaikan tarif hingga 70 persen, khususnya untuk jadwal keberangkatan pada tanggal 16 hingga 18 Maret 2026.

Sejumlah agen penjualan tiket di wilayah Tabanan mengakui, pemesanan meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kursi untuk tujuan Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jakarta mulai menipis, khususnya untuk keberangkatan pertengahan Maret yang bertepatan dengan awal arus mudik Ramadan.

Jika pada hari normal misalnya tujuan Surabaya harga tarif berkisar Rp290 ribu, kini untuk tanggal keberangkatan jelang Lebaran (16-18 Maret) harga melonjak menjadi Rp400 ribu, bahkan untuk rute Jakarta bisa tembus angka Rp1 juta dari yang harga normal Rp600 ribu, itupun tergantung tujuan dan kelas layanan.

Baca juga:  Ramadan dan Lebaran Jadi Momen Belanja Online Terbesar

“Paling banyak dicari keberangkatan tanggal 16 sampai 18 Maret. Untuk tanggal itu harga sudah naik, bahkan mendekati 70 persen dari tarif biasa,” ujar Bello, salah seorang agen tiket di Terminal Pesiapan, Tabanan, Senin (23/2).

Selain faktor tingginya permintaan, penyesuaian tarif musiman menjelang hari besar keagamaan juga turut memengaruhi harga. Calon penumpang pun diimbau memesan tiket lebih awal guna menghindari kehabisan kursi maupun kenaikan tarif lanjutan. “Awal puasa pembeli tiket memang ramai, tetapi keberangkatan sepi, lebih banyak mereka pilih berangkat di rentang tanggal 16-18 Maret atau jelang Lebaran,” ucapnya

Baca juga:  Sempat Lumpuh Akibat Kebakaran, Pasar Tematik Wisata Ubud Segera Dibuka Kembali

Menariknya, pengaturan jadwal keberangkatan armada tahun ini juga mengalami penyesuaian. Pasalnya, Lebaran 2026 di Bali bertepatan dengan hari Pangerupukan atau sehari jelang hari raya Nyepi. Kondisi ini membuat sejumlah perusahaan otobus mengatur jadwal keberangkatan lebih pagi dari biasanya untuk menghindari pembatasan aktivitas saat rangkaian Nyepi berlangsung.

Agen tiket menyebutkan, sebagian armada dijadwalkan berangkat sejak pagi hari agar sudah keluar Bali sebelum pembatasan aktivitas diberlakukan. “Karena bertepatan dengan Pengerupukan, keberangkatan banyak dimajukan lebih pagi supaya tidak terkendala aturan saat Nyepi,” jelasnya.

Baca juga:  Rute Internasional ke Bandara Ngurah Rai Bertambah

Sejumlah perusahaan otobus juga menyiapkan armada tambahan guna mengantisipasi lonjakan penumpang. Namun ketersediaan armada tetap disesuaikan dengan kondisi operasional dan jadwal reguler.

Tingginya minat pembelian tiket juga dirasakan calon penumpang. Trie Jumiati (45), warga asal Yogyakarta yang bekerja di Bali, mengaku sengaja membeli tiket lebih awal karena khawatir kehabisan kursi. “Saya beli sekarang karena takut tidak kebagian. Pengalaman sebelumnya, tiket mudik biasanya sudah habis bahkan seminggu sebelum puasa,” ujarnya.

Meski harga tiket mengalami kenaikan, ia tetap memilih membeli lebih dini demi memastikan bisa pulang kampung tepat waktu. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN