Sejumlah penumpang pejalan kaki yang datang ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (30/12). (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Arus mudik dan balik Lebaran di lintasan Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk diwarnai keluhan dari pengguna jasa terkait harga tiket. Sejumlah pemudik mengaku harus membayar lebih mahal saat membeli tiket di gerai atau loket yang tersebar di sepanjang jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Keluhan paling banyak disampaikan pengendara sepeda motor. Mereka menyebut harga tiket yang dibeli di gerai berkisar antara Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per unit. Padahal, sebelum periode Lebaran, tarif penyeberangan untuk sepeda motor berada di bawah kisaran tersebut.

Kondisi ini dinilai membingungkan, terlebih PT ASDP Indonesia Ferry saat ini justru memberlakukan potongan tarif hingga 21 persen. Untuk sepeda motor, tarif normal sekitar Rp 31 ribu dipangkas menjadi kurang lebih Rp 18 ribu. Dengan tambahan biaya administrasi perbankan, totalnya berkisar Rp 21 ribu.

Baca juga:  Liburan Seru Naik Kereta Api di Ambarawa, Cobain Yuk!

Namun demikian, potongan harga tersebut hanya berlaku bagi pengguna yang membeli tiket secara mandiri melalui aplikasi Ferizy. Sementara pembelian melalui gerai di pinggir jalan tidak mendapatkan fasilitas diskon tersebut, sehingga harga yang dibayar lebih tinggi.

Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, menegaskan bahwa ASDP hanya melayani penjualan tiket resmi melalui Ferizy dengan tambahan biaya administrasi yang wajar.

Baca juga:  Jaring Aspirasi Jelang 2024, FK BliGen Digulirkan

“Kalau beli lewat aplikasi jelas lebih murah karena ada diskon. Kalau di gerai tentu lebih mahal, itu kembali ke pilihan pengguna,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, pihaknya tidak memiliki kerja sama dengan gerai penjualan tiket yang banyak ditemui di sepanjang jalur menuju pelabuhan. ASDP, kata dia, hanya bekerja sama dengan bank-bank Himbara dalam sistem pembayaran tiket.

“Gerai-gerai itu bukan bagian dari layanan resmi Ferizy. Kami tidak bisa melakukan penindakan langsung, hanya bisa mengimbau melalui pihak bank, dan itu sudah kami lakukan,” tegasnya. ASDP kembali mengingatkan masyarakat agar membeli tiket melalui aplikasi Ferizy. Selain lebih praktis, tarif yang diperoleh juga lebih murah dibandingkan pembelian melalui gerai tidak resmi.

Baca juga:  Libur Imlek, Ketapang-Gilimanuk Operasikan 32 Kapal

Sementara itu, Polsek Gilimanuk yang mendapatkan keluhan dari warga melalui layanan pengaduan, langsung menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan bersama perwakilan ASDP dan Paguyuban Loket Tiket Gilimanuk. Polsek berkomitmen memastikan seluruh layanan tiket di Gilimanuk berjalan transparan dan sesuai aturan. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN