
SINGASANA, BALIPOST.com – Ramp check digelar di Terminal Pesiapan, Desa Dauh Peken, Tabanan, Senin (23/2). Dari kegiatan tersebut, sejumlah kendaraan angkutan barang kedapatan tidak memenuhi syarat laik jalan. Pelanggaran yang ditemukan didominasi masa berlaku uji KIR yang telah habis, bahkan ada sopir yang masa berlaku SIM-nya kedaluwarsa.
Kegiatan pemeriksaan tersebut dilakukan petugas uji dari Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan sebagai langkah preventif menjelang hari raya besar. Pemeriksaan menyasar kelengkapan administrasi dan kelayakan teknis kendaraan, mulai dari sistem pengereman, lampu, hingga dokumen berkendara. Hasilnya, dari 15 angkutan barang yang diperiksa, sebanyak lima diantaranya tak laik jalan.
Kabid Pengembangan dan Keselamatan Dishub Tabanan, I Gusti Agung Putra Mantra mengatakan, ramp check merupakan agenda rutin yang digelar untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya menjelang arus mudik.
Menurutnya, uji KIR merupakan bukti bahwa kendaraan laik secara teknis untuk beroperasi di jalan raya, terutama bagi angkutan penumpang dan barang.
“Intinya kami ingin memastikan seluruh kendaraan yang beroperasi aman secara teknis dan administrasi, khususnya untuk angkutan penumpang sehingga masyarakat bisa mudik dengan tenang,” tegasnya.
Atas temuan tersebut, petugas langsung memberikan arahan kepada pengemudi maupun pemilik kendaraan agar segera melakukan uji KIR. Ia menegaskan, pelayanan uji KIR tidak dipungut biaya alias gratis, sehingga tidak ada alasan untuk menunda kewajiban tersebut.
Penguji Kendaraan Bermotor Dishub Tabanan, I Made Udiana menambahkan, kendaraan yang tidak menjalani uji KIR berpotensi memiliki berbagai kelemahan teknis, seperti rem dan lampu yang tidak berfungsi optimal. Kondisi ini sangat berisiko memicu kecelakaan di jalan raya. “Ramp check ini untuk memastikan kembali angkutan penumpang maupun barang benar-benar laik secara teknis,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Keselamatan Dishub Tabanan, Made Sunarta menyebutkan, ramp check tahap awal akan digelar selama empat hari ke depan dengan menyasar empat kecamatan, yakni Selemadeg, Baturiti, Kediri, dan Tabanan.
“Rencananya kami awali di Bajera, namun karena cuaca tidak mendukung kami geser ke Tabanan. Besok rencananya kita sasar Baturiti,” ucapnya.
Ia menegaskan, terhadap armada yang belum memenuhi standar tidak serta-merta dijatuhi sanksi. Operator diberikan rekomendasi untuk segera melakukan perbaikan dan mengikuti uji kelayakan hingga benar-benar memenuhi standar keselamatan.
“Kalau ada yang tidak laik jalan, kami arahkan untuk segera uji kendaraan sampai benar-benar memenuhi standar,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)










