Petugas mengevakuasi jasad yang ditemukan di perairan Selat Bali. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Warga pesisir di Kabupaten Jembrana digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah pria yang mengapung di perairan Selat Bali, Minggu (22/2) dini hari. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal tak jauh dari sebuah sampan yang berputar-putar tanpa awak.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.40 WITA. Seorang nelayan, Riki Hariyanto (36), yang hendak kembali dari melaut, awalnya menaruh curiga melihat sampan bernama “Barokah” bergerak tak beraturan di tengah laut.

Baca juga:  Cuaca Buruk, Para Nelayan Tabanan Amankan Jukung dan Alat Tangkap ke Daratan Tinggi

Kecurigaan tersebut mendorong saksi mendekat untuk memastikan kondisi perahu. Betapa terkejutnya ia saat mendapati tubuh seorang pria mengapung tak jauh dari sampan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, I Gede Alit Darmana, membenarkan adanya temuan mayat tersebut. Jasad Pria ini ditemukan tak jauh dari sampan yang kosong bergerak tak beraturan di tengah laut.

“Saksi melihat sampan berputar-putar tanpa penumpang. Setelah dicek di sekitar lokasi, ditemukan korban dalam keadaan mengapung di laut,” jelasnya.

Baca juga:  Mayat Mrs. X Mengapung di Selat Bali

Mengetahui kejadian itu, kru KM Bintang Anugerah segera melakukan evakuasi. Jenazah diangkat ke atas kapal, sementara sampan ditarik menuju Pelabuhan Pengambengan untuk selanjutnya dilaporkan ke aparat kepolisian.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti jajaran Sat Pol Airud. Jenazah kemudian dibawa ke kamar jenazah RSU Negara guna proses identifikasi.

Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis bersama Dokkes dan Inafis, serta pemindaian NIK, identitas korban akhirnya diketahui. Korban bernama Sunarto (69), seorang nelayan asal Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur.

Baca juga:  IRT dan 4 Ekor Penyu Hijau Diamankan

“Berdasarkan hasil identifikasi awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Alit.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan keluarga korban di Banyuwangi. Hingga kini, penyebab pasti korban terjatuh dari sampannya maupun faktor kematiannya masih dalam penyelidikan.

“Jenazah masih berada di RSU Negara untuk pemeriksaan lanjutan. Kami juga sudah melaporkan kepada pimpinan untuk arahan penanganan berikutnya,” pungkasnya. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN