
SINGASANA, BALIPOST.com – Sepekan jelang penutupan pendaftaran pada 27 Februari 2026 pukul 23.00 WITA, jumlah peserta Festival Ogoh-Ogoh Singasana III tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini membuktikan antusias sekaa teruna dan banjar se-Kabupaten Tabanan dalam mengikuti ajang tahunan tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan, I Made Subagia, mengatakan pendaftaran masih terus berlangsung sehingga angka pasti belum dapat dirilis. Namun, tren yang terlihat menunjukkan peningkatan signifikan.
“Animo tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu. Peserta masih terus mendaftar dan mempersiapkan strategi hingga penutupan pada 27 Februari,” ujarnya, Kamis (19/2).
Peserta dikatakannya berasal dari berbagai banjar di seluruh kecamatan di Tabanan. Ia juga melihat persaingan diprediksi semakin ketat. Ogoh-ogoh yang didaftarkan umumnya sudah rampung dikerjakan. Peserta diwajibkan mengirimkan dokumentasi karya melalui tautan yang terhubung dengan akun media sosial panitia.
Subagia menjelaskan, penilaian meliputi sejumlah kategori, mulai dari konsep, kreativitas, hingga perkembangan karya. Ogoh-ogoh dengan konsep terbaik akan diverifikasi langsung di lapangan. Dari proses tersebut akan dipilih tiga terbaik di masing-masing kecamatan, kemudian satu terbaik dari tiap kecamatan ditetapkan sebagai wakil pada Festival Ogoh-Ogoh Singasana III tingkat kabupaten.
Menurutnya, tingginya partisipasi menjadi indikator masih kuatnya semangat generasi muda melestarikan tradisi ogoh-ogoh sekaligus mengembangkan kreativitas seni. Dewan juri yang dilibatkan merupakan pihak yang kompeten di bidang seni dan budaya.
Tahun ini, panitia juga menerapkan kebijakan tegas. Undagi ogoh-ogoh yang dilombakan wajib ber-KTP Tabanan. Aturan ini bentuk keberpihakan Pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap seniman lokal serta memberi ruang berekspresi bagi undagi asal daerah. Jika terbukti menggunakan undagi dari luar Tabanan, peserta akan langsung didiskualifikasi.
“Panitia akanmelakukan verifikasi administrasi ketat, termasuk pemeriksaan KTP undagi saat pendaftaran. Seluruh dokumen wajib diunggah melalui sistem pendaftaran daring berbasis Google Drive,”pungkasnya. (Puspawati/balipost)










